Sekadar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat nilai ekspor nonmigas Sulut pada Juli 2023 sebesar US$ 76,06 juta, sementara impornya senilai US$ 11,82 juta.
Adapun komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2023 didominasi lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), senilai US$ 43,50 juta atau 57,19 persen dari total ekspor Sulut.
Golongan barang tersebut diekspor ke 6 negara tujuan yaitu Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Srilanka, dan Belgia.
Sementara jika dilihat dari sisi volume, ekspor lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) Sulut di bulan yang sama mencapai 51,994 Ton.
Melihat peluang ekspor yang ada, Alan pun mengajak gen z dan milenial yang tertarik dengan dunia ekspor agar bisa bergabung dengan Sulut Go Ekspor dengan menghubungi Instagram @sulutgoekspor.
“Nanti kita bisa saling berbagai pengalaman disitu. Yang penting punya perusahaan. Kalau gak ada perusahaan, nanti bisa pinjam ‘bendera’ juga di teman-teman komunitas,” sebut laki-laki kelahiran 23 Agustus 1990 itu.
“Kita juga ada pembinaan dan pelatihan-pelatihan dari pemerintah daerah, dari kementerian,” bebernya seraya menyampaikan bahwa Sekretariat komunitas Sulut Go Ekspor ada di God Bless Park. (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan