MANADO – Salah satu eksportir Milenial asal Sulawesi Utara (Sulut), Alan Harvey Palar berbagai kisahnya bersama komunitas ekspor bentukannya, Sulut Go Ekspor.
Menurut Alan, komunitas yang terbentuk pada tahun 2021 ini merupakan perkumpulan antara petani, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang, pabrik hingga pengepul.
“Tujuan Sulut Go Ekspor ialah untuk peningkatan kualitas produk komoditas berupa barang setengah jadi ataupun barang jadi untuk di ekspor ke luar negeri,” ungkap Alan saat konferensi pers bersama media di Luwansa Hotel Manado, Jumat (8/9/2023).
Ia dan teman-teman anggota yang sebagian besar merupakan Gen Z dan Milenial, terus berusaha bersama Pemerintah agar pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Sulut bisa dimanfaatkan juga oleh orang Sulut sendiri.
Bersama anggota UMKM-nya, Sulut Go Ekspor saat ini tengah mengembangkan produk rumah kemasan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Manado.
“Kita juga bersama-sama dengan UMKM terus berkolaborasi, karena ada beberapa teman UMKM yang setelah mengikuti pameran kemudian ditanya buyer (pembeli), ternyata quantity (kuantitas) mereka tidak bisa penuhi,” tutur lulusan Universitas Sam Ratulangi ini.
“Contoh keripik pisang itu tidak bisa satu kontainer, susah. Solusinya adalah teman-teman yang memiliki UMKM keripik pisang, walaupun UMKM-nya beda-beda, bisa berkolaborasi untuk mengeluarkan satu item agar kuantitasnya tercapai. Tetapi itu harus dibicarakan dengan baik,” jelasnya.
Sekadar diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat nilai ekspor nonmigas Sulut pada Juli 2023 sebesar US$ 76,06 juta, sementara impornya senilai US$ 11,82 juta.
Adapun komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2023 didominasi lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), senilai US$ 43,50 juta atau 57,19 persen dari total ekspor Sulut.
Golongan barang tersebut diekspor ke 6 negara tujuan yaitu Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Srilanka, dan Belgia.
Sementara jika dilihat dari sisi volume, ekspor lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) Sulut di bulan yang sama mencapai 51,994 Ton.
Melihat peluang ekspor yang ada, Alan pun mengajak gen z dan milenial yang tertarik dengan dunia ekspor agar bisa bergabung dengan Sulut Go Ekspor dengan menghubungi Instagram @sulutgoekspor.
“Nanti kita bisa saling berbagai pengalaman disitu. Yang penting punya perusahaan. Kalau gak ada perusahaan, nanti bisa pinjam ‘bendera’ juga di teman-teman komunitas,” sebut laki-laki kelahiran 23 Agustus 1990 itu.
“Kita juga ada pembinaan dan pelatihan-pelatihan dari pemerintah daerah, dari kementerian,” bebernya seraya menyampaikan bahwa Sekretariat komunitas Sulut Go Ekspor ada di God Bless Park. (Fernando Rumetor)


Tinggalkan Balasan