Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah Tonsawang, Balai Bahasa Sulut Gelar Bimtek Kepada 38 Guru

oleh
Tampak bimtek kepada sekira 38 guru di Minahasa Tenggara. (FOTO: istimewa)

MITRA – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tonsawang pada Selasa-Jumat (14-17/5/2024) di Hotel D’Jtos, Mitra.

Terhitung, sebanyak 38 guru yang terdiri dari 16 guru SD dan 22 guru SMP yang bertugas di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengikuti kegiatan Bimtek tersebut.

Diketahui, revitalisasi bahasa daerah secara umum diartikan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pewarisan kepada generasi muda untuk mendorong penggunaan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehingga bahasa daerah yang direvitalisasi masuk pada taraf aman.

Kepala Balai Bahasa Sulut, Januar Pribadi, mengatakan bahwa bahasa daerah di Indonesia ada yang masuk kategori aman, rentan, mengalami penurunan, terancam punah, kritis dan kategori punah. 

Kata Januar, bahasa-bahasa daerah di Sulawesi Utara kecenderungannya mengalami kemunduran, terancam punah, dan kritis. 

“Jangan sampai ada bahasa daerah yang punah di Sulawesi Utara. Kepunahan bahasa daerah berarti hilangnya kekayaan bagi para penutur bahasa tersebut,” ujar Januar. 

Ia pun menyebut tujuan akhir dari revitalisasi adalah agar para penutur menggunakan bahasa daerah dan menjaga kelangsungan hidup bahasa daerah dan sastra daerah, menciptakan kemampuan kreativitas dari penutur untuk mempertahankan bahasa daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mitra, Sarah Ivane Kindangen, mendukung langkah revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Balai Bahasa Provinsi Sulut.

“Dinas Pendidikan Mitra melakukan Vitalitas, Konservasi, dan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah; Publikasi Bahasa dan Sastra Daerah; Penghargaan Tokoh Kebahasaan dan Kesastraan Daerah; serta Peningkatan Apresiasi Siswa terhadap Bahasa dan Sastra Daerah untuk menjaga kelestarian bahasa daerah di Minahasa Tenggara,” tuturnya. 

Sarah juga berharap agar revitalisasi bahasa daerah efektif dalam mempertahankan bahasa Tonsawang di Minahasa Tenggara. 

“Pejabat daerah juga berperan penting untuk membuat regulasi di daerah dengan berpatokan pada regulasi pemerintah pusat dalam menjaga bahasa daerah,” bebernya. (Fernando Rumetor)