CIMB Niaga terus berpartisipasi aktif dan berkontribusi nyata terhadap pemberdayaan lingkungan dan sosial sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial perusahaan.

CIMB Niaga melaksanakan Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) berdasarkan empat pilar yaitu Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi, serta Iklim dan Lingkungan.

 

Pilar Pendidikan:

CIMB Niaga aktif menggelar kegiatan literasi keuangan bagi pelajar dari tingkat sekolah dasar, menengah, mahasiswa, Tenaga pendidik, Teman disabilitas dan UMKM.

“Sejak tahun 2011 kami telah menjangkau 91.093 pelajar di 73 kota dan di 952 sekolah,” ucap Branch Manager CIMB Niaga Cabang Manado Megamas, Rene Bogar.

Selain itu, sejak tahun 2006, CIMB Niaga telah memberikan beasiswa kepada sekira 1.226 mahasiswa berprestasi di Indonesia.

Pilar Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat:

Pada masa pandemi COVID-19 lalu, CIMB Niaga ikut mendukung pemerintah untuk memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke beberapa rumah sakit dan vaksinasi kepada masyarakat dan keluarga karyawan serta bantuan sembako bagi masyarakat marjinal.

“CIMB Niaga juga berkolaborasi dengan UNICEF, untuk mendukung upaya pemerintah mengatasi masalah gizi buruk dan cegah stunting di Indonesia,” terangnya.

Lewat kolaborasi dengan UNICEF, CIMB Niaga memberikan komitmen sebesar Rp4,5 miliar dari tahun 2024 sampai 2026 yang melibatkan masyarakat umum, nasabah dan karyawan internal CIMB Niaga.

Kolaborasi ini ditargetkan bisa menjangkau 1.000 anak gizi buruk di 22 Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Timur, serta deteksi dini gizi buruk pada lebih dari 100.000 anak balita.

Pilar Pemberdayaan Ekonomi:

Lewat Community Link #Jadiberkelanjutan, CIMB Niaga membina pelaku UMKM di kawasan Indonesia Timur, khususnya wilayah Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar), Balikpapan, Samarinda, Toraja dan Kupang, dengan fokus kepada wanita dan teman disabilitas.

Saat ini ada sekira 100 pelaku UMKM yang masih mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal kerja tanpa bunga. Dari 100 pelaku tersebut, 10 diantaranya merupakan teman Disabilitas.

Adapun lokasi para pelaku UMKM sebagian besar di Mamminasata sebesar 44 persen, Manado sebesar 16 persen, Balikpapan sebesar 21 persen, Toraja sebesar 5 persen, Samarinda sebesar 3 persen, dan Kupang sebesar 11 persen. Usaha mereka antara lain Makanan, Busana, Jasa, Kerajinan dan lainnya.

Sementara itu, lewat program Community Link Jadi Nyata, CIMB Niaga melakukan mentoring kepada masyarakat yang memiliki ide sosial, dimana para peserta akan diberikan pelatihan serta dana bantuan untuk mengimplementasikan ide tersebut menjadi sebuah peluang ekonomi.

CIMB Niaga juga memberikan pelatihan Barista kepada teman-teman disabilitas melalui Program Kemitraan Seraya, selain itu mereka juga akan dibekali dengan pelatihan literasi keuangan, Social media marketing dan bantuan modal kerja untuk membuka usaha Coffee Stall.

“Di Indonesia Timur termasuk Manado, kami juga bekerja sama dengan Berdaya Bareng untuk memberdayakan UMKM yang fokus di wanita dan disabilitas,” sebut Rene.

Kantor Pusat CIMB Niaga di Jakarta. (FOTO: istimewa)

Pilar Iklim dan Lingkungan:

Sejak 2012, CIMB Niaga konsisten melakukan penanaman bambu di wilayah timur Indonesia, yakni di Bali, Lombok dan Flores. Hingga saat ini jumlah bambu yang sudah ditanam mencapai 51.400 bambu.

Selain memiliki kemampuan untuk menyerap air sebagai cadangan air bawah tanah, bambu juga dapat dimanfaatkan menjadi furniture, produk pangan, arang dan lainnya.

“Melihat aspek ekonomi dari bambu, maka CIMB Niaga juga memberikan pelatihan-pelatihan pengolahan bambu kepada para petani. Bambu diolah menjadi produk produk yang berdaya secara ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup para petani bambu,” ucap Rene.

Tak hanya itu, sejak 2019, The Cooler Earth Sustainability Series (TCE) hadir sebagai misi CIMB Niaga untuk memobilisasi komitmen dan tindakan kolektif untuk membentuk masyarakat yang bertanggung jawab dan bumi yang lebih lestari.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu keberlanjutan yang muncul, dan mengkatalisasi nasabah dan para pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan, dan membangun momentum yang nyata melalui kemitraan.