MANADO – Kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan positif dan tetap terjaga.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert Sianipar, dalam Media Update Triwulan I 2026, Rabu (4/3/2026).

Robert mengatakan, secara umum kondisi keuangan daerah tetap stabil meski terdapat perlambatan di beberapa sektor tertentu.

“Dapat saya sampaikan secara umum, kondisi kinerja keuangan Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2025 sampai dengan akhir Desember menunjukkan pertumbuhan yang positif dan terjaga, meskipun ada beberapa perlambatan dan penurunan di sektor tertentu,” ujarnya.

Di Sulawesi Utara, aset perbankan tumbuh 8,65 persen (year on year), dana pihak ketiga meningkat 10,87 persen, dan kredit tumbuh 6,14 persen.

Sementara di Gorontalo, pertumbuhan aset tercatat 5,87 persen, dana pihak ketiga 5,6 persen, dan kredit 3,19 persen.

“Ini tentunya bukan hanya pertumbuhan secara kuantitatif saja, tetapi juga kualitas penyaluran kredit terjaga,” kata Robert.

Ia menjelaskan, rasio kredit bermasalah (NPL) di Sulawesi Utara tercatat 2,77 persen dan di Gorontalo 3,6 persen, masih dalam batas aman.

Selain perbankan, sektor pasar modal juga menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat 26,9 persen di Sulawesi Utara dan 31,8 persen di Gorontalo.

“Ini indikator menunjukkan peningkatan animo masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal,” bebernya.

Sektor multifinance juga tumbuh 7,32 persen secara tahunan, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) tetap terjaga di bawah 5 persen.

Di Sulut, NPF tercatat 2,98 persen dan di Gorontalo 2,31 persen. Sementara sektor dana pensiun mencatat pertumbuhan aset 4,57 persen dan investasi 5,18 persen.

Robert menegaskan, capaian ini menunjukkan stabilitas sistem keuangan daerah tetap terjaga berkat kolaborasi seluruh lembaga jasa keuangan. (nando)