MANADO – Kinerja operasional Bandara Internasional Sam Ratulangi pada triwulan I (Januari–Maret) 2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data operasional mencatat jumlah pergerakan pesawat mencapai 5.285 pergerakan, meningkat 23% dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 4.286 pergerakan.

Angka ini hanya terkoreksi sekitar 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang mencapai 5.331 pergerakan.

Dari sisi penumpang, hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 513.043 penumpang atau tumbuh 20% dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 428.218 penumpang.

Meski demikian, jumlah tersebut masih berada pada kisaran minus 1% dibandingkan capaian tahun 2019 sebanyak 517.558 penumpang.

Sementara itu, kinerja angkutan kargo menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga triwulan I 2026, volume kargo tercatat sebesar 4.974.306 kilogram, naik 9% dibandingkan tahun 2025 sebesar 4.554.240 kilogram.

Bahkan, angka ini melonjak hingga 70% dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar 2.924.052 kilogram. Lonjakan ini dipengaruhi oleh perubahan pola distribusi logistik sejak masa pandemi COVID-19, di mana aktivitas perdagangan berbasis online mengalami pertumbuhan pesat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia, Radity Ari Purwoko yang biasa disapa Oki, menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

“Manajemen akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang serta memastikan operasional bandara berjalan dengan aman, nyaman, dan efisien,” ujar Oki, Kamis (16/4/2026).

Memasuki April 2026, industri penerbangan turut menghadapi dinamika global akibat konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat domestik sekitar 9% hingga 13%.

Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya operasional maskapai, meskipun pemerintah terus berupaya menjaga agar harga tiket tetap terjangkau.

Meski begitu, kondisi tersebut diperkirakan tidak memberikan dampak signifikan terhadap minat perjalanan penumpang melalui Bandara Sam Ratulangi.

Ke depan, jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, diharapkan terus meningkat seiring dengan semakin dikenalnya potensi pariwisata dan keindahan alam Sulawesi Utara.

Dengan tren pertumbuhan yang terus menunjukkan hasil positif, Bandara Sam Ratulangi optimistis dapat memperkuat perannya sebagai pintu gerbang utama dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. (nando/*)