Keluarga besar GMIM dan masyarakat Sulawesi Utara mengenang pengabdian Pdt. Theogives Israel Melkisedek Karundeng, M.Th, yang meninggal dunia pada 14 April 2026 di RS Sentra Medika Minahasa Utara, dalam usia 55 tahun.
Almarhum lahir di Girian, 21 Oktober 1970, dari pasangan (Alm.) Pdt. Julius Nelwan Karundeng dan Jenny Sabina Moningka. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Saudara kandung almarhum yaitu (Almh.) Pdt. Linneke Deitje Karundeng, M.Th dan Syela Melly Aprilia Karundeng, ME.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pelayan gereja yang aktif dan berdedikasi, baik dalam pelayanan jemaat maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pelayanan almarhum berlangsung di berbagai jemaat GMIM, yakni GMIM Sion Madidir Ure, GMIM Smirna Batulubang, GMIM Yerusalem Manembo-nembo Atas, GMIM Bethania Serei, hingga terakhir melayani di GMIM Eben Haezer Treman sebagai Ketua BPMJ, sekaligus Ketua BPMW Minawerot.
Selain melayani sebagai pendeta jemaat, almarhum juga aktif dalam berbagai bidang pelayanan dan sosial kemasyarakatan.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SD GMIM Serei, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa Utara, serta Ketua BKSAUA Kecamatan Kauditan dan Desa Treman.
Di tingkat sinodal, almarhum turut mengambil bagian dalam berbagai tugas strategis, antara lain sebagai anggota Tim Pokja CCA PKB Sinode GMIM, Tim Penyusun Renstra GMIM, serta Ketua Panitia HUT PI/PK ke-194 dan HUT GMIM Bersinode ke-91 Tahun 2025.
Keterlibatan almarhum dalam berbagai bidang pelayanan menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pertumbuhan pelayanan gereja dan kehidupan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, almarhum menempuh pendidikan dasar di SD GMIM 2 Suluun, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Tondano, dan menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri Tomohon.
Pendidikan teologi ditempuh di Universitas Kristen Indonesia Tomohon, hingga meraih gelar Sarjana Teologi (S.Th) pada 1996, dan kemudian menyelesaikan program pascasarjana dengan gelar Magister Teologi (M.Th) pada 2012.
Dalam kehidupan keluarga, almarhum meninggalkan istri tercinta, Ninie Betsy Kaunang, S.IK, yang dinikahinya pada tahun 1997. Dari pernikahan tersebut, almarhum dikaruniai empat orang anak, yaitu Loureine Givensy Karundeng, M.Th bersama suami Reygen Porajow, M.Th, (Alm.) Samuel Karundeng, (Almh.) Praysi Karundeng, serta Christian Julius Karundeng.
Pengabdian almarhum dalam pelayanan gereja dan kehidupan masyarakat menjadi warisan yang akan terus dikenang. Keteladanan dalam pelayanan, tanggung jawab, serta komitmennya menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan gereja dan kehidupan sosial masyarakat.
Keluarga, jemaat, dan masyarakat menyampaikan penghormatan atas seluruh karya pelayanan yang telah diberikan almarhum selama hidupnya, serta mengenang dedikasi dan pengabdiannya bagi gereja dan masyarakat.


Tinggalkan Balasan