Kolaborasi ini juga diperkuat dengan pendekatan bantuan hukum non litigasi untuk menyelesaikan berbagai kendala secara cepat dan efektif.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Manado, dr. Maulana Anshari Siregar, MKM, AAAK, menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan gizi, tetapi juga oleh perlindungan terhadap tenaga kerja yang terlibat di dalamnya.
“Program Makan Bergizi Gratis melibatkan banyak tenaga kerja dengan berbagai risiko. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh pekerja dalam ekosistem ini terlindungi melalui kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Maulana juga menekankan pentingnya peran lintas bidang dalam mendukung keberhasilan program.
“Bidang Kepesertaan dan Bidang Wasrik memiliki peran yang saling melengkapi. Satu memastikan seluruh pekerja terdaftar, sementara yang lain memastikan kepatuhan terhadap aturan,” ucapnya.
“Ditambah dengan bantuan hukum non litigasi, kami ingin menghadirkan sistem perlindungan yang utuh dan berkelanjutan,” tutur Maulana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam monitoring kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungan ekosistem MBG di Kota Manado.
Dengan monitoring yang berkelanjutan, diharapkan seluruh pekerja dapat terdaftar aktif dan memperoleh manfaat perlindungan secara optimal.
BPJS Ketenagakerjaan Manado berkomitmen untuk terus memperluas cakupan kepesertaan serta meningkatkan kualitas layanan, sehingga seluruh pekerja, termasuk dalam program-program strategis pemerintah seperti MBG, dapat bekerja dengan aman, terlindungi, dan sejahtera.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antar pihak dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis di Kota Manado. (nando/*)


Tinggalkan Balasan