Manager PLN ULP Melonguane, Adithya Pranata, menjelaskan bahwa setiap sambungan listrik yang dinyalakan bukan sekadar aliran elektron, melainkan simbol hadirnya peradaban dan harapan baru.
“Hari ini, kita tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga menyalakan masa depan. Program LUTD adalah cerminan komitmen PLN untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” ujarnya.
“Listrik adalah fondasi utama untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak, mulai dari pendidikan anak-anak hingga peningkatan ekonomi rumah tangga,” ungkap Adithya.
Camat Pulutan, Azarya Ratu Maatuil, ST, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi PLN yang menjangkau wilayahnya. Baginya, kehadiran listrik bagi warga prasejahtera di Desa Pulutan merupakan momentum bersejarah.
“Program ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi bentuk nyata kepedulian yang menyentuh langsung ke dalam rumah warga. Bagi warga kami, listrik adalah impian panjang yang kini menjadi kenyataan,” ucap Azarya.
“Terlebih bagi keluarga yang baru pertama kali menikmati cahaya lampu di tahun 2026 ini, harunya sangat terasa. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN yang telah membawa terang dan harapan baru bagi Desa Pulutan,” tuturnya.
Dengan terlaksananya program LUTD di Desa Pulutan, PLN kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi sebagai penggerak roda peradaban.
Kegiatan ini diharapkan dapat memicu semangat produktivitas warga, memberikan kenyamanan bagi anak-anak untuk belajar di malam hari, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Di balik setiap nyala lampu yang kini menerangi Desa Pulutan, tersimpan semangat baru untuk menyongsong masa depan yang lebih sejahtera, berdaya, dan penuh cahaya. (nando/*)


Tinggalkan Balasan