JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi.
Penilaian ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar pada 1 Juli 2026.
“Di sektor Perbankan, kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga. Pada Mei 2026, kredit tumbuh sebesar 11,51 persen yoy menjadi sebesar Rp8.918 triliun (April 2026: tumbuh sebesar 9,98 persen yoy),” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
Dilihat dari jenis penggunaannya, Kredit Investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95 persen, disusul Kredit Modal Kerja sebesar 8,09 persen, dan Kredit Konsumsi sebesar 5,89 persen.
Sementara dari sisi kategori debitur, kredit korporasi memimpin pertumbuhan dengan capaian 18,39 persen yoy, sedangkan kredit UMKM tetap melanjutkan tren positif dengan tumbuh 0,60 persen yoy (April 2026: 0,16 persen yoy).
Berdasarkan kepemilikan bank, kredit yang disalurkan bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 15,98 persen yoy.
Untuk produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan, porsinya tercatat sebesar 0,34 persen.
Berdasarkan data SLIK per Mei 2026, baki debet kredit BNPL tumbuh 37,72 persen yoy (April 2026: tumbuh 37,29 persen yoy) menjadi Rp30,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta (April 2026: 31,76 juta).
Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh 13,49 persen yoy (April 2026: 11,39 persen yoy) menjadi Rp10.294 triliun.
Dari komponennya, giro tumbuh 20,53 persen yoy, deposito 10,17 persen yoy, dan tabungan 10,21 persen yoy.
Dari sisi likuiditas, industri perbankan pada Mei 2026 masih dalam kondisi memadai. Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat 108,20 persen (April 2026: 111,13 persen) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,74 persen (April 2026: 25,39 persen), keduanya masih berada di atas ambang batas atau threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat di level 186,54 persen.
Kualitas kredit perbankan juga tetap terjaga, dengan rasio NPL gross sebesar 2,17 persen (April 2026: 2,17 persen) dan NPL net di angka 0,84 persen (April 2026: 0,84 persen). Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,72 persen (April 2026: 8,82 persen), sementara tingkat profitabilitas bank (ROA) berada di level 2,45 persen (April 2026: 2,46 persen).
Dari sisi permodalan, ketahanan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,74 persen (April 2026: 23,97 persen). (nando/*)


Tinggalkan Balasan