MANADO — Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan PDRB tertinggi Sulawesi Utara pada Triwulan I-2026, yakni berkontribusi sebesar 2,79 persen.

Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat kontribusi tertinggi sebesar 1,10 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi, menyampaikan data tersebut dalam rilis resmi pada Selasa (5/5/2026).

“Konsumsi Rumah Tangga merupakan sumber pertumbuhan PDRB tertinggi pada Triwulan I-2026, yakni sebesar 2,79 persen,” ungkap Watekhi.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga tetap tumbuh positif sebesar 5,93 persen (y-on-y), didorong oleh momentum hari besar keagamaan seperti Imlek, Nyepi, Ramadan, dan Idul Fitri.

Adanya penjualan takjil, pasar festival, serta promo belanja turut memperkuat daya beli masyarakat.

Dari sisi pengeluaran pemerintah, Watekhi menyebut komponen ini mencatat pertumbuhan paling impresif.

“Konsumsi Pemerintah mencatatkan pertumbuhan yang paling impresif pada Triwulan I-2026, didorong oleh meningkatnya realisasi belanja APBD dan APBN, terutama belanja barang untuk program MBG, serta pencairan THR menjelang Idul Fitri,” jelasnya.

Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,85 persen (y-on-y), ditopang oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi juga tumbuh signifikan sebesar 11,11 persen (y-on-y), didorong peningkatan transaksi keuangan dan penyaluran kredit.

Secara keseluruhan, 72,57 persen PDRB Triwulan I-2026 bersumber dari Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Sedangkan 67,59 persen dari sisi lapangan usaha berasal dari sektor Pertanian, Perdagangan, Transportasi, Industri Pengolahan, dan Konstruksi. (nando)