“PT Pegadaian memiliki Employee Value Proposition (EVP) utama yaitu ‘MengEMASkan Indonesia’. Apresiasi internasional ini sekaligus menjadi bukti otentik bahwa perusahaan telah berhasil membentuk karyawan agar bertalenta unggul, agile, dan produktif,” ujarny.

“Kami juga terus berupaya keras untuk mendorong terciptanya work-life balance di lingkungan perusahaan, salah satunya dengan memberikan wadah bagi hobi, seni, dan kreativitas karyawan melalui berbagai komunitas karyawan,” sebut Dewi.

“Selain itu, setiap tahun kami rutin menyelenggarakan Pegadaian Excellence Awards sebagai panggung apresiasi internal bagi karyawan berprestasi yang berani melahirkan ide inovasi dan berkontribusi di unit kerjanya demi kemajuan bisnis perusahaan,” jelasnya.

Saat ini, Pegadaian diperkuat oleh lebih dari 14.000 karyawan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Ribuan talenta ini bekerja secara aktif, solid, dan harmonis tanpa membeda-bedakan golongan, suku, agama, ras, maupun budaya.

Sinergi yang kokoh dan inklusif dari seluruh Insan Pegadaian inilah yang menjadi pondasi utama bagi perusahaan untuk tetap berdiri tegak mengarungi usia yang kini telah melewati 125 tahun.

Menyambung pencapaian luar biasa tersebut, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, Maksum, turut menyampaikan rasa bangga dan komitmennya.

Sebagai pemimpin yang membawahi wilayah operasional yang sangat luas, meliputi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo), Maluku Utara (Malut), hingga Papua, Maksum menilai penghargaan ini sangat relevan dengan dinamika wilayah kerjanya.

“Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan di tingkat pusat, tetapi juga menjadi energi tambahan bagi kami di daerah,” pungkasnya.

Sebagai wilayah dengan cakupan area yang luas dan keberagaman budaya yang kaya mulai dari Suluttenggo, Maluku Utara, hingga Papua, penghargaan khususnya pada pilar keberagaman dan inklusi sangat terasa dampaknya di operasional kami sehari-hari.

“Kami di Kanwil V Manado berkomitmen untuk terus meneruskan semangat Best Company to Work For ini dengan mengoptimalkan talenta-talenta lokal, menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, serta memastikan bahwa layanan sepenuh hati senantiasa menjangkau nasabah hingga ke pelosok timur Nusantara,” tegas Maksum.

Fleksibilitas budaya kerja ini pula yang berhasil mengawal Pegadaian melakukan berbagai lompatan transformasi besar, mulai dari digitalisasi sistem layanan, pembaruan produk, hingga adaptasi budaya perusahaan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Keberhasilan dalam mengelola talenta internal secara digital dan transformatif ini pada akhirnya berdampak langsung pada akselerasi bisnis perusahaan, di mana kini Pegadaian sukses memperluas core bisnisnya dengan mempelopori ekosistem bullion melalui Layanan Bank Emas Pegadaian yang diakui di tingkat nasional, serta mengekspansi bisnisnya ke kancah internasional dengan membuka outlet luar negeri pertama di Timor-Leste. (nando/*)