MANADO — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mencatat capaian positif dalam program literasi dan inklusi keuangan sepanjang Semester I Tahun 2026.

Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar menyampaikan bahwa program tersebut telah menjangkau 17 dari 21 kabupaten/kota di wilayah kerjanya atau setara 80,95 persen, dengan total 34 kegiatan yang melibatkan 59.819 peserta.

“Sementara di Gorontalo, seluruh 6 kabupaten/kota atau 100 persen wilayah telah terlayani,” ucapnya, pada Kamis (25/6/2026).

Sementara di Sulawesi Utara, capaian mencapai 73,33 persen atau 11 dari 15 kabupaten/kota melalui 28 kegiatan yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Kota Manado, Bitung, Tomohon, hingga kabupaten-kabupaten di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Untuk literasi keuangan syariah, OJK SulutGo menjalankan Program Champion GERAK Syariah yang telah menjangkau 9 dari 21 kabupaten/kota atau 42,86 persen, dengan 13 kegiatan dan 1.468 peserta.

Robert Sianipar juga menerangkan bahwa Program Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI) hingga tahun 2026 telah menghimpun total 516 duta yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Rinciannya, 268 berasal dari kalangan PUJK, 228 dari mahasiswa, dan 18 dari kelompok prioritas.

Dari sisi layanan lapangan, OJK SulutGo mengoperasikan Mobil Literasi Keuangan SIMOLEK dengan 23 layanan aktif melalui Gerai SLIK yang diselenggarakan setiap hari Jumat di Lapangan Sparta Tikala, Manado.

“Upaya komunikasi publik juga diperkuat melalui media sosial dengan total 108 konten edukasi berkala dan 21 konten KADO yang ditayangkan secara rutin di Instagram setiap hari kerja dan hari Kamis,” tuturnya.

Dalam kerangka Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Robert Sianipar menjelaskan bahwa program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) melalui KUR Bohusami telah merealisasikan pembiayaan kepada 271 debitur dengan total penyaluran Rp9,05 miliar per Mei 2026.

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mencatat pembukaan 5.337 rekening nasabah senilai Rp1,26 miliar, sementara Laku Pandai telah menambah 1.061 agen baru di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Pada aspek Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), pendekatan sektor unggulan telah diarahkan kepada 5 PKS dengan 79 debitur dan realisasi pembiayaan sebesar Rp6,23 miliar, mengintegrasikan sektor pembiayaan dan sektor riil.

Sebagai bagian dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, OJK SulutGo bersama BPS telah melaksanakan witnessing di Kabupaten Bone Bolango pada 5 Februari 2026 dan di Kota Manado pada 10 Februari 2026, sebagai bagian dari survei nasional yang melibatkan 75.000 responden di 38 provinsi guna menghasilkan indeks literasi dan inklusi di tingkat provinsi. (nando/*)