MANADO – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Sinergi Pasar Murah di Manado, Selasa (21/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Bank Indonesia.
Dalam kegiatan ini, BI Sulut bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Perum Bulog, Satgas Pangan, dan Badan Pusat Statistik
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan pasar murah tersebut merupakan sinergi bersama, bukan kegiatan Bank Indonesia semata.
“Sekali lagi ini adalah sinergi pasar murah, bukan pasar murahnya Bank Indonesia,” tegas Joko.
Ia menjelaskan berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga terjangkau dalam kegiatan tersebut. “Beras SPHP ini nanti dijual dengan harga Rp58.000 per 5 kg,” katanya.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14.500 per kg, bawang putih Rp44.000 per kg, telur ayam Rp53.000 per baki, daging ayam Rp40.000 per kilogram, cabai rawit Rp30.000 per kilogram.
Kemudian cabai merah keriting Rp15.000 per kilogram, serta ketimun dan tomat masing-masing Rp5.000 per kilogram. Melon dan semangka juga dijual dengan harga Rp8.000 per kg.
Joko mengakui pasokan yang disediakan pada kegiatan tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat, namun kegiatan ini tetap bermakna sebagai bentuk intervensi harga.
“Ini adalah salah satu sarana bagi kita untuk memberikan sinyal yang positif kepada masyarakat bahwa harga-harga yang ada di pasar ini masih bisa terjangkau dengan cara intervensi kita melalui antara lain melalui hari ini sinergi pangan murah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut disinergikan dengan layanan kas keliling penukaran uang lusuh menjadi uang baru tanpa dipungut biaya.
“Uang yang lusuh menjadi uang baru, tapi tidak bisa Bapak Ibu membawa uang palsu untuk ditukarkan uang asli, itu enggak bisa. Tapi adalah uang yang betul-betul ada, tapi sudah lusuh, sudah tidak memenuhi syarat kesehatan, Bapak Ibu dapat menukarkan tanpa dipungut biaya apapun,” jelasnya.
Joko menyebut momentum HUT ke-73 BI ini diharapkan benar-benar bermakna bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk bagaimana kita menjadikan hari ulang tahun Bank Indonesia ini betul-betul bermakna bagi masyarakat kita,” pungkasnya. (nando)


Tinggalkan Balasan