JAKARTA – Geliat masyarakat memanfaatkan kredit bank kembali menguat pada pertengahan tahun ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 terakselerasi ke level 12,67 persen secara tahunan (yoy), naik dari 11,51 persen pada bulan sebelumnya, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp9.081 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi tumbuh paling tinggi yakni 24,9 persen, diikuti kredit modal kerja 8,94 persen, dan kredit konsumsi 5,75 persen.

Kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga melanjutkan tren positif dengan tumbuh 1,05 persen yoy, meski masih relatif landai dibanding kredit korporasi yang melesat 20,45 persen.

Yang perlu dicermati masyarakat, khususnya generasi muda yang gemar berbelanja daring, adalah lonjakan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau “Beli Sekarang Bayar Nanti” melalui perbankan.

Baki debet kredit BNPL per Juni 2026 tumbuh 33,54 persen yoy menjadi Rp30,7 triliun, dengan jumlah rekening pengguna mencapai 32,77 juta.

Sementara BNPL yang disalurkan lewat perusahaan pembiayaan tumbuh lebih tinggi lagi, yakni 57,02 persen yoy menjadi Rp13,40 triliun.

Di sisi tabungan, Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat di bank tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp10.282 triliun, dengan tabungan tumbuh paling kencang di antara jenis simpanan lainnya, yakni 12,16 persen.

Meski pertumbuhan kredit melampaui pertumbuhan simpanan sehingga rasio likuiditas perbankan sedikit menurun, OJK memastikan kondisi tersebut masih berada jauh di atas ambang batas aman.

Dari sisi kesehatan kredit, kualitasnya justru membaik. Rasio kredit macet (NPL) gross turun ke 2,09 persen dari 2,17 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, tingkat keuntungan bank (ROA) tercatat 2,47 persen dan permodalan bank (CAR) berada di level kuat yakni 23,70 persen.

Dalam penegakan aturan, OJK mencabut izin dua Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sepanjang Juli 2026, yaitu PT BPR Mataram Mitra Manunggal di Yogyakarta dan PT BPR Syariah Hasanah Mandiri di Depok, sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan. (nando/*)