MANADO – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) terus memperkuat strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi keuangan, digitalisasi layanan, kolaborasi ekosistem, hingga penguatan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Direktur Umum Bank SulutGo, Joubert Dondokambey, mengatakan strategi tersebut menjadi bagian dari komitmen BSG sebagai bank pembangunan daerah dalam mendukung peningkatan pemahaman serta akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Hal itu disampaikannya dalam Media Update Triwulan III Tahun 2026 terkait Diseminasi Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 Sulawesi Utara yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, Rabu (19/8/2026), di Kantor BPS Provinsi Sulawesi Utara.
“Dari strategi BSG terkait dengan inklusi dan literasi keuangan ini ada empat poin strategi, yaitu pertama terkait dengan edukasi keuangan. Kedua, strategi kita di bidang digitalisasi layanan. Ketiga, di bidang kolaborasi ekosistem dan keempat, penguatan pembiayaan,” ujar Joubert.
Ia menjelaskan, strategi tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai program yang menyasar masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Pada aspek edukasi keuangan, BSG menjalankan program edukasi sekaligus perluasan pembukaan rekening di sekolah, kampus, dan lingkungan pendidikan melalui program Bank Goes To School.
Program tersebut telah menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi.
“Program edukasi dan perluasan pembukaan rekening di sekolah, kampus, atau istilah kita Bank Goes To School itu sudah kita lakukan di sekolah-sekolah, baik ada beberapa sekolah tingkat menengah pertama, sekolah dasar dan juga di tingkat perguruan tinggi,” katanya.
Selain lingkungan pendidikan, BSG juga memberikan edukasi keuangan kepada komunitas UMKM, termasuk petani dan nelayan melalui program Gencarkan yang dilaksanakan bersama OJK dan pemerintah daerah.
Joubert menyebut, pelaksanaan Gencarkan di Sulawesi Utara hingga saat ini telah menjangkau 11 kabupaten/kota, sementara di Gorontalo telah dilaksanakan di seluruh wilayah.
“Di Sulawesi Utara kita sudah lakukan di 11 kabupaten/kota. Jadi yang belum tinggal di wilayah kepulauan, yaitu Kabupaten Siau, Sangihe dan Talaud. Sementara di wilayah Gorontalo sudah kita lakukan semua,” ujarnya.
Berdasarkan pemaparan BSG, dukungan terhadap kegiatan Gencarkan sepanjang Februari hingga Agustus 2026 telah dilakukan di 16 kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, dengan total sekitar 1.800 peserta.
BSG juga memberikan perhatian terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan transaksi digital melalui kampanye terkait kejahatan siber.
“Implementasinya kita lakukan juga beberapa kampanye tentang kejahatan siber, terutama agar supaya masyarakat bisa memahami bagaimana hal itu ketika mereka melakukan transaksi-transaksi keuangan,” jelas Joubert.
Perkuat Layanan Digital
Pada aspek digitalisasi layanan, BSG terus mendorong aktivasi dan pemanfaatan produk layanan digital yang dimiliki perseroan, di antaranya BSG Touch, BSG QRIS dan BSG Direct.
Digitalisasi juga dilakukan melalui integrasi layanan penerimaan pajak dan retribusi serta belanja daerah dengan ekosistem pemerintahan daerah, termasuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Sistem Keuangan Desa.
Menurut Joubert, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BSG meningkatkan kualitas pelayanan kepada pemerintah daerah sekaligus masyarakat.
“Karena memang salah satu stakeholder kita juga adalah pemerintah daerah, sehingga kita selalu meningkatkan pelayanan kita di bidang itu,” katanya.
Strategi berikutnya adalah kolaborasi ekosistem. BSG mendukung program percepatan akses keuangan daerah melalui kerja sama dengan OJK, sekaligus mendukung program digitalisasi daerah bersama Bank Indonesia.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara industri jasa keuangan, pemerintah daerah, regulator, dunia pendidikan dan masyarakat.
Pembiayaan Berbasis Potensi Daerah
Sementara pada aspek penguatan pembiayaan, BSG mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui skema yang disesuaikan dengan karakteristik sektor usaha masyarakat.
Joubert menyebut BSG memiliki KUR Bohusami dengan berbagai pendekatan pembiayaan yang dikaitkan dengan sektor usaha, termasuk petani, nelayan dan peternak.
“Di dalam KUR itu banyak yang namanya usaha. Ada istilah KUR Bakobong untuk petani, KUR Basoma untuk nelayan, KUR Beternak untuk peternakan. Ada juga KUR Pasar,” ungkapnya.
Selain KUR, BSG juga menjalankan kerja sama pengembangan ekonomi daerah atau PED dengan pola kemitraan yang berfokus pada komoditas unggulan masing-masing daerah.
Program tersebut antara lain menyasar sektor pertanian dan perkebunan di Minahasa, komoditas unggulan di daerah lain di Sulawesi Utara, sektor perikanan di Kota Bitung, serta sektor peternakan di Gorontalo yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sapi.
“Yang sudah kita lakukan itu kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Minahasa dalam pembiayaan kelapa. Di Minahasa juga ada produk unggulan di pertanian kacang dan kerajinan. Kita lakukan dengan pemerintah Kota Bitung juga di dalam pembiayaan sektor perikanan. Kalau di wilayah Gorontalo, kita di dalam sektor peternakan karena di Gorontalo peternakan sapi cukup besar di sana,” jelas Joubert.
BSG Dukung Program Nasional dan Daerah
Joubert menegaskan, sebagai bank pembangunan daerah yang melayani dua wilayah provinsi, BSG tidak hanya berfokus pada peningkatan akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga berupaya mendukung program pemerintah di bidang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada OJK dan pemerintah daerah yang selama ini turut terlibat dalam pelaksanaan berbagai program literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
BSG juga memiliki desa binaan di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan terkait literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan.
“Ini juga kita lakukan dalam rangka menunjang program pemerintah, program nasional, program Gencarkan,” ungkap Joubert.
“Kami sadar juga bahwa di wilayah Sulawesi Utara, kami sebagai bank pembangunan daerah selalu mendukung program dari nasional dan di samping itu juga lebih khusus program pemerintah Sulawesi Utara untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (nando)

