MANADO – Transformasi ekonomi digital di Sulawesi Utara terus berkembang. Penggunaan berbagai kanal pembayaran digital semakin meluas, baik di kalangan masyarakat maupun pelaku usaha.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi panel ekonomi yang digelar di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus No. 7, Teling Atas, Kecamatan Wanea, Manado, Rabu (30/9/2026).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Darmawan T B Hutabarat, memaparkan sejumlah perkembangan sistem pembayaran digital yang kini semakin terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu instrumen yang terus mengalami perkembangan adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Menurut Darmawan, penggunaan QRIS kini tidak terbatas untuk transaksi di dalam negeri.

QRIS telah dapat digunakan di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura dan China.

Menurut Darmawan, perluasan penggunaan QRIS tersebut menunjukkan semakin berkembangnya sistem pembayaran digital yang mampu mendukung transaksi masyarakat, termasuk untuk aktivitas ekonomi lintas negara.

Selain QRIS, Bank Indonesia juga terus memperkuat infrastruktur pembayaran nasional melalui BI-FAST dan BI-RTGS.

Darmawan mengatakan, pemanfaatan sistem pembayaran nasional dapat menjadi alternatif bagi masyarakat maupun pelaku usaha karena menawarkan biaya transaksi yang relatif lebih efisien.

“Kalau menggunakan BI-FAST, menarik hanya dikenakan biaya Rp2.500,” jelas Darmawan.

Kemudahan tersebut semakin didukung dengan layanan pembayaran yang tersedia selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu atau 24/7.

Kondisi ini dinilai memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dan dunia usaha dalam melakukan transaksi.