MANADO – BPJS Ketenagakerjaan luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
Sebanyak 25 orang di Kota Manado menjadi peserta pertama pelatihan kewirausahaanPemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA).
PEKA merupakan program pelatihan kewirausahaan kepada ahli waris penerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
Peserta diberikan pelatihan kewirausahaan, mulai dari tata kelola dan manajemen usaha, perizinan UMKM hingga akses permodalan dan marketing.
Lewat PEKA, BPJS Ketenagakerjaan dan mitra BUMN lainnya mendorong kemandirian ekonomi ahli waris peserta jaminan.
PPs Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara, Juwenli Jona Librata Soselisa mengatakan, pelatihan ini mengarahkan peserta agar memanfaatkan santunan secara produktif.
“Selain itu, memastikan tetap terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Soselisa dalam Kick Start PEKA di Rumah BUMN, Jalan Lumimuut Kota Manado, Selasa (18/8/2026).
“Selama ini biasanya santunan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan. Ke depan, diharapkan bisa diarahkan untuk ke hal lebih produktif,” jelas Soselisa.
Katanya, peserta ialah istri atau ahli waris penerina manfaat Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) atau orangtua dari penerima beasiswa.
“Peserta dilatih, diarahkan santunan yang diterima dapat dijadikan modal usaha produktif. Dengan demikian bisa mencegah terjadinya kemiskinan baru akibat kehilangan tulang punggung keluarga,” katanya lagi
PEKA dihadirkan supaya peserta dapat mandiri dan membangun kembali kehidupan ekonominya pasca terjadi risiko terhadap tenaga kerja.
“Kita berharap mereka yang menjadi penerima manfaat ini bisa punya usaha. Tidak hanya uang atau santunan yang kita berikan itu habis begitu saja,” ungkapnya.
Selama pelatihan, peserta dibekali oleh pemateri dari Dinas Koperasi UMKM Manado, perbankan dan pelaku UMKM berpengalaman.
Ceni Papendang, satu di antara puluhan ibu yang menjadi peserta PEKA. Warga Bahu lingkungan 1 ini bangga dan berterima kasih dilibatkan dalam program itu.
“Ini sangat berarti bagi saya. Pengetahuan yang diberikan sangat berguna,” kata Ceni yang punya keahlian merias serta memasak rupa-rupa produk kuliner. (nando/*)

