MANADO — Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Manado memperkenalkan sejumlah produk dan program pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Itu disampaikan dalam kegiatan Literasi Akses Pembiayaan UMKM yang Mudah dan Terjangkau, yang digelar bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulawesi Utara di Ruang Serbaguna Kantor DJPb Sulut, Selasa (22/9/2026).
Area Micro & Pawning Manager BSI Area Manado, Andri Lesmana, menjelaskan sejumlah bentuk dukungan BSI bagi pelaku UMKM, mulai dari program Go Digital yang menghubungkan sentra produksi UMKM binaan dengan platform e-commerce, hingga pengembangan pola kemitraan agar pelaku usaha yang semula tidak bankable menjadi bankable.
Ia menyebut BSI turut membangun ekosistem industri halal melalui sinergi dengan pemerintah, komunitas halal, pondok pesantren, dan masjid.
Selain itu, BSI menyediakan pendampingan usaha melalui UMKM Center dan program seperti UMKM Award serta Talenta Wirausaha BSI (TWB) bagi generasi muda yang baru merintis maupun mengembangkan usaha.
Pada sesi tersebut, Andri secara khusus memperkenalkan dua produk pembiayaan utama BSI untuk UMKM, yakni KUR BSI dan BSI Usaha Mikro (BUM).
Ia memaparkan, KUR BSI ditujukan bagi pelaku UMKM yang belum pernah mendapatkan pembiayaan produktif di luar program pemerintah, dengan tujuan modal kerja maupun investasi. Skema ini terbagi menjadi tiga kategori:
KUR Super Mikro: plafon hingga Rp10 juta, tanpa batasan lama usaha, tanpa agunan, margin setara 3 persen, tenor modal kerja 3 tahun dan investasi 5 tahun.
KUR Mikro: plafon di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta, lama usaha minimal 6 bulan, tanpa agunan, margin 6-9 persen.
KUR Kecil: plafon di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta, lama usaha minimal 6 bulan, tanpa agunan, margin 6-9 persen, tenor modal kerja 4 tahun dan investasi 5 tahun.
Andri menyebut, calon nasabah KUR harus berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah bagi yang berusia minimal 18 tahun, tidak terdaftar dalam Daftar Hitam Nasional (DHN), serta memiliki riwayat kolektibilitas lancar pada SLIK dalam enam bulan terakhir.
Sementara itu, untuk produk BSI BUM, ia menjelaskan pembiayaan berkisar Rp5 juta hingga Rp500 juta untuk kebutuhan modal kerja, investasi, maupun konsumtif.
Ada dua skema yang diberikan yakni tanpa agunan (plafon hingga Rp25 juta, lama usaha minimal 24 bulan) dan dengan agunan berupa BPKB, SHM, SHGB, AJB/Letter C, atau cash collateral (plafon Rp5-500 juta, lama usaha berjalan minimal 12 bulan), dengan tenor 6 hingga 60 bulan. (nando)

