MANADO – Jumlah pengangguran di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan pada Agustus 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat jumlah pengangguran sebanyak 83,12 ribu orang, berkurang dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 85,37 ribu orang.
Penurunan tersebut turut tercermin pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun dari 5,99 persen pada Agustus 2025 menjadi 5,90 persen pada Agustus 2026.
Kepala BPS Sulut, Watekhi, menyampaikan perkembangan tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara Agustus 2026 di Kantor BPS Sulut, Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026, jumlah penduduk usia kerja di Sulut mencapai 2,14 juta orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,41 juta orang merupakan angkatan kerja. Angka ini terdiri atas 1,33 juta orang yang bekerja dan 83,12 ribu orang pengangguran.
Sementara itu, sebanyak 730,50 ribu orang masuk kategori bukan angkatan kerja.
Meski jumlah pengangguran menurun, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) justru mengalami penurunan.
Pada Agustus 2026, TPAK Sulut tercatat 65,87 persen, lebih rendah dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 67,21 persen.
“Penurunan TPAK terjadi pada laki-laki maupun perempuan. TPAK laki-laki turun dari 83,26 persen menjadi 81,60 persen. Sedangkan TPAK perempuan turun dari 50,51 persen menjadi 49,53 persen,” ucapnya.
Dari sisi wilayah, Kota Manado menjadi daerah dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Sulawesi Utara, yakni 8,37 persen. Selanjutnya Kota Tomohon sebesar 8,07 persen dan Kabupaten Minahasa sebesar 7,45 persen.
Sebaliknya, Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat TPT terendah sebesar 2,31 persen. Disusul Kabupaten Siau Tagulandang Biaro sebesar 2,41 persen dan Bolaang Mongondow Selatan sebesar 2,76 persen.
Sementara itu, sektor pertanian masih menjadi lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Sulawesi Utara.
Pada Agustus 2026, sebanyak 24,60 persen penduduk bekerja berada di sektor pertanian. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 15,17 persen serta industri sebesar 11,27 persen.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk bekerja di Sulawesi Utara tercatat sebanyak 1,33 juta orang, sedikit menurun dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1,34 juta orang.
Data tersebut memperlihatkan bahwa penurunan pengangguran belum sepenuhnya diikuti peningkatan partisipasi masyarakat dalam pasar kerja.
Pemerataan kesempatan kerja antardaerah serta peningkatan penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan bagi pembangunan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara. (nando)
