MANADO – Struktur ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat proporsi pekerja informal meningkat menjadi 57,12 persen pada Agustus 2026.

Angka tersebut naik dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 54,56 persen. Sebaliknya, persentase pekerja formal justru mengalami penurunan dari 45,44 persen menjadi 42,88 persen.

Kepala BPS Sulut, Watekhi, memaparkan perkembangan tersebut dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara Agustus 2026 di Kantor BPS Sulut, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan data BPS, jumlah pekerja informal di Sulawesi Utara mencapai 757,76 ribu orang pada Agustus 2026. Sementara pekerja formal tercatat sebanyak 568,75 ribu orang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah pekerja informal bertambah sekitar 27 ribu orang. Sebaliknya, jumlah pekerja formal berkurang sekitar 39,85 ribu orang.

Dominasi pekerjaan informal tersebut juga terlihat dari status pekerjaan penduduk. Kelompok buruh, karyawan, atau pegawai masih menjadi kategori terbesar dengan proporsi 40,78 persen.

Selanjutnya, penduduk yang berusaha sendiri mencapai 26,59 persen, pekerja keluarga atau tidak dibayar sebesar 10,88 persen, serta mereka yang berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 9,85 persen.

Pekerja Penuh Waktu Menurun

Selain perubahan status pekerjaan, BPS juga mencatat penurunan proporsi pekerja penuh waktu di Sulawesi Utara.

Pada Agustus 2026, pekerja penuh waktu atau mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu tercatat sebanyak 880,05 ribu orang atau 66,34 persen dari total penduduk bekerja.

Proporsi tersebut terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Pada Agustus 2024, pekerja penuh waktu mencapai 71,56 persen, kemudian turun menjadi 69,04 persen pada Agustus 2025.

Di sisi lain, tingkat setengah pengangguran meningkat menjadi 8,88 persen pada Agustus 2026, dibandingkan 7,77 persen pada Agustus 2025.

Tingkat pekerja paruh waktu juga mengalami peningkatan dari 23,19 persen menjadi 24,78 persen.

Pendidikan Pekerja Didominasi Lulusan SMA

Dari sisi pendidikan, penduduk bekerja di Sulawesi Utara masih didominasi lulusan SMA dengan jumlah 366,35 ribu orang atau 27,62 persen.

Berikutnya, lulusan SD ke bawah sebanyak 331,87 ribu orang atau 25,02 persen. Lulusan SMP tercatat 224,73 ribu orang atau 16,94 persen, perguruan tinggi 219,55 ribu orang atau 16,55 persen, serta SMK sebanyak 184,01 ribu orang atau 13,87 persen.

BPS juga mencatat peningkatan proporsi penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi selama Agustus 2025 hingga Agustus 2026.

Secara umum, perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ketenagakerjaan Sulawesi Utara bukan hanya berkaitan dengan penurunan angka pengangguran, tetapi juga peningkatan kualitas pekerjaan.

Meningkatnya pekerja informal dan setengah pengangguran, serta berkurangnya proporsi pekerja penuh waktu, menjadi sejumlah indikator yang menggambarkan dinamika pasar kerja di Sulawesi Utara pada Agustus 2026.