JAKARTA – Sulawesi Utara menunjukkan perkembangan positif di sektor ekonomi dan keuangan digital, sejalan dengan tren pertumbuhan nasional.

Hal ini terungkap dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada 24–26 September 2026.

Hingga Agustus 2026, akseptasi QRIS di Sulawesi Utara telah menjangkau 634 ribu pengguna dan 402 ribu merchant. Sementara itu, transaksi ritel menggunakan BI-FAST di provinsi ini mencapai 15,98 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp8,67 triliun.

Perkembangan tersebut diiringi dengan penguatan inovasi dan talenta digital di daerah.

Perwakilan Sulawesi Utara berhasil meraih Juara 2 PIDI DIGDAYA x HACKATHON 2026 kategori Mahasiswa melalui tim YUDHA AJA dari Universitas Sam Ratulangi.

Tim yang diketuai Ridho Aditya Rosman Eka Putra ini beranggotakan Galnoel Peter Rindengan, Ahmad Triadi Julianto, dan Regina Maria Samantha George, seluruhnya dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi.

Tim YUDHA AJA mengusung ide “YUDHA: Platform Akselerasi Kesiapan Kerja melalui PvP Battle dan Analitik AI untuk Penguatan Kemampuan Kognitif SDM Indonesia.”

Capaian ini mencerminkan potensi talenta muda Sulawesi Utara dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di sisi digitalisasi daerah, perwakilan Sulawesi Utara juga meraih Juara 4 KATALIS P2DD kategori Utama KATALIS II atas nama Lufry Franska dari Kota Manado.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap inovasi dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, efisien, dan berbasis digital.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, dalam siaran pers menyampaikan bahwa ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat sinergi dalam mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Utara.

Penguatan infrastruktur, perluasan akseptasi digital, serta pengembangan talenta dan inovasi diharapkan semakin meningkatkan produktivitas, inklusivitas, dan daya saing ekonomi daerah. (nando/*)