RATAHAN– Pemberlakuan kebijakan wajib surat keterangan jalan (SKJ) bagi warga Minahasa Tenggara (Mitra) yang hendak keluar wilayah, menjadi polemik. Pasalnya, para Gugus Tugas Covid-19 di perbatasan pintu masuk, kerap dibuat kelabakan hingga curiga dengan sejumlah SKJ yang dinilai ganjil.
“Untuk beberapa warga ada yang kita pantau sangat sering keluar wilayah dengan berbagai alasan. Sementara untuk SKJ yang menjadi syarat mutlak, kita lihat ada kejangggalan soal keasliannya,” ujar salah satu petugas jaga di kawasan pintu masuk Gunung Potong Pangu 1 Potong, Kecamatan Ratahan Timur.
Sebagaimana yang diketahui, selang beberapa pekan terakhir, pemerintah kabupaten memberlakukan kebijakan ekstra ketat bagi warga Mitra yang keluar wilayah, termasuk warga luar yang hendak masuk wilayah Mitra.
“Jujur saja kadang kita harus adu mulut hingga nyaris bertengkar dengan beberapa oknum warga. Padahan apa yang kita lakukan, semata-mata untuk kebaikan bersama,” ujar petugas yang menolak namanya dipublikasi, Minggu (17/5/2020).
Di pihak lain, tokoh pemuda Mitra Jendry Kawulusan mengungkapkan, terkait SKJ yang dikeluarkan pemerintah desa, harusnya tidak bisa diberikan secara mudah ke masyarakat.
“Nah di sini mamang pemerintah desa harus ketat. Jangan keluarkan SKJ jika bukan pada hal yang mendesak,” kata dia. Di sisi lain, dia menilai SKJ sangat rawan dimanipulasi. Apalagi hanya berbekal kertas dan stempel pemerintah desa. Ini yang kemudian dimintanya para petugas harus mengcroscek dengan pemerintah desa terkait.
“Misalkan jika memang mncurigakan, atau diragukan keasliannya, para petugas bisa berkoordinasi dengan pemerintah desa bersangkutan,” timpalnya. Kawulusan ikut berharap agar semua warga hendaknya mematuhi semua protokol kesehatan dimasa pendemi Covid-19 ini.
“Memang semua jadi serba salah. Kita harus belajar menahan ego hingga harus saling menghargai. Kami sangat mengapresiasi para petugas satgas. Namun juga kami sangat berharap agar salam menerapkan protokol diperbatasan, harus ada komunikasi yang baik,” timpalnya.
Sementara, itu Asisten I Bidang Pemerintahan, Yani Rolos dalam beberapa kesempatan menegaskan, Bupati James Sumendap sudah dengan banyak pertimbangan mengeluarkan setiap kebijaka untuk menangkal pendemi Covid-19. Salah satunya soal perketat aturan keluar masuk wilayah.
“Nah kita lihat sejauh ini sangat efektif. Ini memang tidak mudah, tetapi untuk kebaikan bersama. Kita ingin warga kita steril dari virus ini. Intinya mari kita saling mendukung,” timpalnya. (marvel pandaleke)


Tinggalkan Balasan