NUSA TENGGARA TIMUR – PT PLN (Persero) menghadirkan listrik 24 jam di 5 desa dan 4 dusun terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT), ini menjadi bukti hadirnya negara pada masyarakat di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) sekaligus sebagai kado dalam memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-77.

Adapun 5 desa yang tersebut yakni, Desa Randorama Kecamatan Ende, Desa Kolikapa Kecamatan Ende Kabupaten Ende, Desa Piring Sina Kecamatan Pantar Barat Kabupaten Alor, Desa Manu Kuku Kecamatan Tana Righu Kabupaten Sumba Barat, dan Desa Laimbonga Kecamatan Kahaungu Eti Kabupaten Sumba Timur.

Kemudian 4 dusun tersebut meliputi, Dusun II Desa Palanggai Kecamatan Pahunga Lodu, Dusun Sanabibi Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, dan Dusun Lodik Desa Litamali dan Dusun Wesuma Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Desa Randorama Andi Meno mengaku bahagia atas kehadiran listrik di desanya. Setelah sekian lama berada di kegelapan, akhirnya kini bisa merasakan apa yang daerah lain rasakan dengan kehadiran listrik selama 24 jam.

“Yang paling pertama kami merasa sangat bahagia pada hari ini setelah sekian lama kemerdekaan Indonesia yang sudah dialami daerah lain selama 77 tahun ini mereka sudah merasakan terang itu seperti apa. Namun, pada hari ini kami melihat langsung bahwa desa ini sudah berada di desa Randorama dan 77 tahun kegelapan itu sudah terhapus semuanya,” ungkap Andi.

Oleh karena itu, warga Randorama mengucapkan terima kasih kepada PLN yang sudah menghadirkan listrik. “Kami sudah sangat bersuka cita karena terang sudah menjadi bagian dari keluarga yang ada di Desa Randorama. Mungkin ini saja kami ucapkan terima kasih banyak yang paling pertama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

“Yang kedua Bupati Ende bersama jajarannya, dan juga yang paling khusus kami ucapkan terima kasih kepada PLN yang sudah berkontribusi baik dengan kami yang sangat luar biasa untuk membantu desa Randorama. Sekian dan terima kasih kami ucapkan,” beber Andi.

Sementara itu, Kepala Desa Litamali Valentinus Lejaps mengapresiasi kerja keras PLN dalam menghadirkan listrik di desa-desa terpencil terutama di Desa Litamali. Valentinus optimitis kehadiran listrik dapat meningkatkan produktivitas masyarakat sehingga aktivitas perekonomian warga meningkat.

Kegiatan perekonomian ini juga akan berdampak peningkatan kualitas hidup masayrakat. Dan juga bisa memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Terima kasih kepada PLN yang sudah memasang listrik di Dusun Wesuma dan Dusun Lodik Desa Litamali Kabupaten Malaka, kiranya dengan adanya listrik ini masyarakat dapat terbantu dalam kebutuhan sehari-hari dan kami bersyukur setelah sekian lama, akhirnya masyarakat sudah bisa menikmati listrik,” ucapnya.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Fintje Lumembang menyampaikan, PLN terus berkomitmen melistriki desa-desa hingga ke pelosok.

“Ucapan terima kasih kami untuk seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan lisdes tahun ini. Tentunya kami tetap berkomitmen agar seluruh desa bisa menikmati listrik maupun lewat pembangunan jaringan eksisting atau PLTS Komunal,” ucapnya.

Pendanaan untuk melistriki daerah 3T ini bersumber dari dukungan Pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini bernilai investasi sebesar Rp 11,12 miliar.

Infrastruktur tersebut adalah jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 15,07 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 36,38 kms, serta 7 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 350 Kilo Volt Ampere (kVA) dan potensi calon pelanggan 1.474 keluarga. (Fernando Rumetor)