MANADO – PT Pegadaian Kanwil V Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Pembinaan GadePreneur 2026.

Kegiatan yang digelar di Luwansa Hotel Manado, Senin 9 Mei 2026, berlangsung sukses dan mendapat apresiasi positif dari para peserta.

Sebanyak 31 pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha ikut ambil bagian dalam program pembinaan tersebut.

Program GadePreneur 2026 menjadi salah satu langkah nyata Pegadaian dalam mendorong UMKM agar mampu berkembang dan naik kelas lewat pelatihan bisnis yang terarah dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi langsung dari mentor bisnis nasional, Gazan Azka Ghafara, yang membawakan pembahasan seputar entrepreneur mindset, fundamental bisnis hingga strategi distribusi usaha.

Deputi Bisnis Area Manado 1 PT Pegadaian Kanwil V Manado, Andi Vivin Budi Permana mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan kepada masyarakat.

“Ini program dari TJSL Pegadaian. Jadi Pegadaian itu salah satu perusahaan BUMN milik pemerintah yang labanya disetor ke pemerintah untuk bangun jalan, jembatan, dan membiayai segala kebutuhan negara ini,” kata Vivin.

Menurutnya, Pegadaian tidak hanya berfokus pada keuntungan perusahaan semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab membina masyarakat, khususnya para pelaku UMKM agar bisa berkembang lebih maju.

“Bukan cuma itu tugasnya. Tugas kami juga melakukan pembinaan ke UMKM. Jadilah kegiatan yang diinisiasi sejak tahun 2023 yang namanya GadePreneur. Ini tanggung jawab kami juga,” ujarnya.

“Jadi bukan hanya Pegadaian cari laba, setor dividen ke pemerintah, cari kredit dan segala macam, tapi ini tanggung jawab sosial kami bagaimana masyarakat, terkhusus pengusaha UMKM, itu bisa terbina untuk naik kelas,” sambung Vivin.

PT Pegadaian Kanwil V Manado sendiri membawahi sejumlah wilayah kerja meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara hingga Papua Jakarta Utara.

Vivin berharap melalui pelatihan tersebut, produk-produk UMKM lokal bisa semakin berkembang hingga mampu masuk pasar nasional dan jaringan ritel modern seperti Indomaret maupun Alfamart.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesuksesan bisnis tidak cukup hanya dengan mimpi besar, tetapi juga harus dibarengi dengan aksi nyata dan kemauan belajar.

“Cita-cita itu harus dieksekusi. Kalau mau beli motor tapi nggak pernah cari brosur atau riset di YouTube, nggak akan kebeli. Sama dengan bisnis, ini waktunya serap ilmu dari mentor- mentor hebat,” tambahnya.

Melalui program GadePreneur, Pegadaian berharap UMKM Indonesia semakin mandiri, inovatif dan memiliki daya saing yang kuat di tengah perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif. (nando/*)