MANADO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara dalam kondisi aman, di tengah munculnya antrean panjang di sejumlah SPBU wilayah Manado dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya telah mengamati adanya lonjakan permintaan di beberapa SPBU dan terus memantau kondisi di lapangan.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap konsumsi di lapangan serta melakukan penyesuaian distribusi apabila diperlukan,” ujar Lilik saat ditemui, Sabtu (18/7/2026).
Ia menegaskan, dari sisi pasokan, stok BBM di Sulawesi Utara dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU tetap berjalan rutin.
“Namun yang kami pastikan bahwa dari sisi pasokan stok BBM di Sulawesi Utara dalam kondisi aman dan juga distribusi ke seluruh SPBU berjalan secara rutin,” tuturnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Sulutgo I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Agung Afrizal, menjelaskan penyebab utama tingginya animo masyarakat terhadap solar bersubsidi (biosolar) adalah disparitas harga yang cukup jauh dengan bahan bakar jenis umum.
“Untuk produk subsidi itu biosolar dia di harga 6.800. Sedangkan untuk produk jenis bahan bakar umum itu sekitar 21.000. Jadi memang ada konsumen-konsumen itu lebih memilih untuk melakukan pengisian BBM biosolar karena memang selisih harganya lebih tinggi,” ujar Agung.
Lakukan Langkah Konkret Urai Antrean Panjang
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil sejumlah langkah konkret untuk mengurai antrean panjang di SPBU wilayah Sulawesi Utara, mulai dari peningkatan monitoring hingga penempatan petugas marshal di SPBU dengan aktivitas penyaluran tinggi.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memaparkan setidaknya empat langkah yang telah dan terus dilakukan perusahaan.
“Kami dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus meningkatkan monitoring pelayanan di penyaluran di SPBU. Lalu yang kedua kita menempatkan petugas marshal di seluruh SPBU yang mengalami peningkatan aktivitas penyaluran,” kata Lilik.
Selain itu, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), Hiswana Migas, dan pemerintah daerah, serta memastikan distribusi dari fuel terminal maupun depot berjalan sesuai jadwal.


Tinggalkan Balasan