MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus memantau kondisi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum, kondisi penyaluran di sejumlah wilayah berjalan secara kondusif, sementara di beberapa daerah masih terdapat barisan kendaraan pada waktu dan jenis BBM tertentu.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan Pertamina terus menyesuaikan pola penyaluran dengan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu. Penyaluran terus kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar stok tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Lilik.

Di Sulawesi Tenggara, kondisi penyaluran BBM saat ini sudah kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September meningkat 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal pada periode Januari hingga Mei.

Untuk menjaga kelancaran pelayanan, Pertamina melakukan penambahan jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, serta berkolaborasi dengan Forkopimda dalam penertiban pengecer.

Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM per hari yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar penyaluran dapat sampai di masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, di Sulawesi Tengah, kepadatan masih dapat ditemukan pada jam-jam sibuk penyaluran Biosolar. Kondisi serupa juga terpantau di Kabupaten Buol yang saat ini hanya tersedia dua SPBU reguler.

Untuk menjaga ketahanan stok dan pemerataan penyaluran, Pertamina melakukan peningkatan suplai sekitar 5 persen dari rerata penyaluran normal harian.

Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan Marshall SPBU untuk membantu pengaturan antrean, berkoordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman ke Kabupaten Buol, serta memperketat penyaluran sesuai SOP, termasuk memastikan kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan.

Di Gorontalo, kondisi penyaluran di SPBU masih mengalami kepadatan pada jam tertentu, namun masih dalam kondisi terkendali dan tidak lagi ditemukan barisan panjang seperti sebelumnya.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengoptimalkan penyaluran dari Depot Gorontalo dengan membuka proses penyaluran lebih awal. Pemanfaatan nozzle Pertalite pada SPBU tertentu juga dioptimalkan sebagai tambahan jalur pengisian.

Selain itu, Pertamina melakukan build up stok pada SPBU yang berpotensi mengalami kondisi kritis dengan mempertimbangkan realisasi penyaluran dan kebutuhan masing-masing SPBU.

Monitoring stok, realisasi penyaluran, dan kondisi SPBU juga dilakukan secara berkala, disertai pengawasan transaksi untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan dan pembelian berulang.

Pertamina juga terus meningkatkan koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo dalam melakukan monitoring dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.