Masih Ada Pemerintah yang Alergi Terhadap Kritik

oleh -
Diskusi akhir tahun bersama JIPS dan Alumni UGM di Kantor Gubernur Sulut.(Ist)

 

Diskusi akhir tahun bersama JIPS dan Alumni UGM di Kantor Gubernur Sulut.(Ist)

 

MANADO – Diskusi akhir tahun bersama Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) dan Alumni Universitas Gadjah Madah (UGM) Manado, membahas banyak hal terkait peran pers dalam menopang pembangunan di Sulawesi Utara (Sulut), kemarin.

Para narasumber yakni Karo Pemerintahan dan Otda yang mewakili Gubernur Sulut Jemmy Kumendong, pengamat politik dan pemerintahan Taufik Tumbelaka, wartawan senior Raymond Pasla sepakat mengakui pers berperan strategis membantu program pemerintah membangun Bumi Nyiur Melambai.

“Tentunya kami berharap awak media atau pers di Sulut untuk tetap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam memajukan pembangunan di provinsi ini,” kata Kumendong.

Menurutnya, peran pers sangat penting sebagai corong pemerintah untuk memberikan informasi bagi masyarakat untuk mengetahui program-program yang berjalan serta yang direncanakan pemerintah.

“Tentunya juga, informasi yang diberitakan harus sesuai dengan etika jurnalis. Hingga kini hubungan pers dengan Pemprov Sulut tetap berjalan baik walaupun banyak dinamika yang dihadapi,” tukasnya.

Selain itu, Kumendong menyebut, segenap media baik media cetak dan elektronik yang aktif di daerah ini senantiasa diharapkan turut memberikan konstribusi dalam mendukung perkembangan daerah serta mampu menjadi media yang menjalin informasi dan aspirasi masyarakat.

Taufik Tumbelaka menyatakan ada beberapa hal peranan penting sebagai pers dalam pembangunan, yakni pertama, tegakkanlah FOUR ESTATE, karena Pers adalah Penjaga Kewarasan Demokrasi. Kedua, Humanizing Development (Membangun Peradaban). Ketiga, Tugas terberat adalah menjaga marwah profesi jurnalis itu sendiri. Menjaga terserang oleh oknum mengaku Jurnalis tapi merusak citra. Keempat, konsultasi personal politik sudah tembus per jam 2 Uero = 2000.

“Pers mendorong pembangunan secara tidak langsung dalam segi pemberitaan. Seperti kita ketahui bersama bahwa pers merupakan pilar ke empat setelah eksekutif, legislatif, yudikatif. Perannya bukan saja mendorong dalam pembangunan infrastruktur, keamanan, ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya.
Selain itu, fungsi pers juga mampu membangun opini publik sehingga dapat dievaluasi oleh pemerintah dan direalisasikan,” bebernya.
Tumbelaka menilai di era kebebasan pers saat ini masih ada pemerintah yang alergi terhadap kritik. “Padahal peran pers sangat penting untuk kemajuan pembangunan terlebih di Sulut. Bahkan pemerintah yang elergi terhadap kritik sulit untuk maju,” tandasnya. Turut hadir dalam Diskusi Akhir Tahun tersebut, Asisten III Setdaprov Sulut Roy Roring, Para Akademisi, Alumni UGM serta seluruh anggota JIPS. Rivco Tololiu