Sumendap Tantang Pernyataan Pengamat Politik Soal Kotak Kosong

oleh -
James Sumendap. (Ist)
James Sumendap. (Ist)

RATAHAN– Berbagai argumen yang dilontarkan pengamat politik terkait proses demokrasi kotak kosong yang berpeluang terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), langsung direspons bakal calon petahana, James Sumendap. Politisi PDIP yang masih aktif menjabat sebagai Bupati Mitra ini menilai proses demokrasi saat ini, terjadi secara alamiah. Di mana partai politik lebih secara rasional melihat kondisi dan fakta dilapangan untuk kemudian mengambil sikap memberikan dukungan.

“Partai politik kita semakin rasional dalam mengusung pasangan calon, di mana pertimbangan dalam mengusung pasangan calon kepala daerah adalah yang kemungkinan kemenangannya tinggi. Itu salah satu indikator sikap Parpol pendukung di Pilkada Mitra,” tegas Sumendap Sindomanado.com. Jika kemudian sebagian kalangan menilai jika apa yang sedang terjadi di Mitra adalah bagian dari gagalnya Parpol melahirkan kader, dia mengangap itu satu kekeliruan.

“Saya membangun komunikasi dengan dukungan data yang ada dilapangan. Hasil dua lembaga survei yang kredibel yakni Populi Center dan Indobarometer, menempatkan James Sumendap pada posisi diatas 80%. Ini yang saya presentasekan ke setiap Parpol. Sekaligus visi misi saya. Secara objektif inilah alasan pemberian dukungan,” terangnya. Sumendap kemudian memberikan contoh konkrit dukungan Parpol terhadap Presiden Jokowi seperti halnya Nasdem, Golkar dan sejumlah parpol lainnya. Sikap tersebut dilakukukan bukan tanpa alasan melainkan lebih kepada pertimbangan popularitas, elektabilitas hingga kredibilitas seorang jokowi yang mumpuni. “Di Mitra pun saya meyakinkan Parpol dengan indikator tersebut. Pada akhirnya itu diakui dengan diberikannya dukungan mayoritas Parpol di Mitra terhadap James Sumendap-Youke Legi,” tukas Sumenda.

“Ini bukan hanya sekadar mempelajari sebuah teori, akan tetapi saya selaku politisi terjun langsung di dalamnya dengan berbagai pertimbangan dan konsekuensi politik hingga harus melangkah mengambil sebuah keputusan,” timpalnya. Sumendap juga ikut menepis sejumlah pernyataan yang muncul terkait proses pemilihan kotak kosong yang oleh sebagian kalangan menganggap sebagai pencedraan hak demokrasi masyarakat.

Justru kata dia, demokrasi yang ada di Mitra sekaligus memberi pelajaran bagi politik. Bahwa segala sesuatu dinilai tidak dengan masalah uang. Sebab jika hal tersebut tetap berjalan, maka kekuasaan hanya akan dimiliki mereka yang ditunjang kelompok yang didukung secara finansia saja. “Dalam beberapa kali kesempatan saya sudah tegaskan bahwa, saya ingin ada anak petani seperti saya akan jadi pemimpin. Anak pendeta bisa jadi pemimpin ataupun anak pedagang kaki lima bisa jadi pemimpin. Dan inilah yang saya lakukan sekarang,” tukas pungkas Sumendap.

Diketahui, dalam tahapan pendaftaran Pasangan Calon (Paslon), petahana James Sumendap beserta pasangannya bakal calon wakil bupati Jouke Legi diusung oleh 8 masing-masing PDIP (8 Kursi), Golkar (4 Kursi), Demokrat (4 Kursi), PAN (3 Kursi), Gerindra (2 Kursi), Hanura (1 Kursi), PKPI (1 Kursi), PPP (1 Kursi). Sementara Nasdem (1 Kursi) sebagi satu satunya Parpol yang tidak menyatakan dukungan. (marvel pandaleke/cr)