China Minati Sabut Kelapa Sulut

oleh -
Kepala Disperindag Sulut, Jenny Karouw. (Ist)
Kepala Disperindag Sulut, Jenny Karouw. (Ist)

MANADO- Sabut kelapa asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat diminati pembeli asal China. Sebab produk turunan dari kepala ini memiliki kualitas yang baik.Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulut, Darwin Muksin mengatakan, ekspor sabut kelapa ke Negeri Tirai Bambu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.  “China memang suka akan kualitas sabut kelapa kita, karena dinilai memilih tekstur dan kualitas baik,” ujarnya Muksin, kemarin.

Menurut dia, permintaan sabut kelapa tersebut cukup tinggi. Maka dari itu  pihaknya berharap ekspor ke Tiongkok akan semakin banyak di 2018.”Kami akan mendorong pengekspor di Sulut agar terus memberikan produk dengan kualitas yang baik. Karen pasar internasional sangat menjaga mutu barang sesuai dengan kontrak awal,” jelasnya. Tahun sebelumnya, rata-rata sabut kelapa yang diekspor ke China sebanyak 154,58 ton. Produk ini dikirim setiap dua bulan sekali, dengan menghasilkan sumbangan devisa sebesar 41.308 dolar Amerika Serikat (AS). Adapun produk turunan kelapa tersebut dipakai dalam keperluan industri. Pasalnya dari produk serat sabut kelapa akan menghasilkan aneka macam produk derivatif yang banyak manfaatnya, termasuk berupa pupuk organik bahkan dibuat jok mobil.

Muksin mengatakan, bahan baku sabut kelapa melimpah di Sulut, namun tidak dimanfaatkan dan hanya dibiarkan begitu saja, ternyata memiliki nilai jual yang tinggi, karena terus dioptimalkan. “Dulu sabut kelapa hanya dibuang sekarang banyak perusahaan yang beli, mudah-mudahan ekspor sabut kelapa memberi kemajuan ekonomi daerah,” katanya.

Kepala Disperindag Sulut, Jenny Karouw mengatakan, China merupakan salah satu negera peminat produk ekspor Sulut. Sebab selain produk kelapa dan turunnya, Sulut juga mengekspor produk perikanan. “Lobster air tawar sudah mulai diekspor kesana, kita harapkan ini akan menjadi produk andalan untuk merebut pasar internasional,” paparnya. Menariknya, kata dia, ekspor lobster ke China menggunakan pesawat dengan penerbangan langsung Manado China. “Eksportir kita sudah manfaatkan kargo pesawat carter untuk memperkenalkan lobster ke China, dengan tujuan  Guangzho dan Changsha,” jelasnya. Ke depan, kata dia, pihaknya akan mengajak eksportir lain untuk mencari pasar baru di China dengan dengan memanfaatkan potensi hasil bumi dan perairan di Sulut. “China adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk tertinggi di dunia. Ini adalah pasar yang besar kita harus garap lagi,” tambahnya. (stenly sajow/cr)