SALIBANA: Pasti Lolos Terlalu Naif, Lebih Baik Tunggu Hasil Verifikasi Faktual

oleh -36 Dilihat
Johanis Christianus Salibana saat Pleno Penentuan Nomor Awal Sampel Dukungan Bacal DPD-RI, di Lagon Hotel, Selasa (29/5/2018). (valentino warouw)
Johanis Christianus Salibana saat Pleno Penentuan Nomor Awal Sampel Dukungan Bacal DPD-RI, di Best Western Lagoon Hotel, Selasa (29/5/2018). (valentino warouw)

MANADO- Bakal Calon (Bacal) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara (Sulut) Periode 2019-2024 Johanis Christianus Salibana lolos ke tahapan verifikasi faktual. Pun, Salibana memastikan untuk tanggapan apakah optimis akan lolos verifikasi faktual harus menunggu hasil.

“Sekarang jika saya mengambil kesimpulan bahwa saya pasti lolos ini sangat terlalu naïf, akan lebih baik saya menunggu hasil verifikasi faktual dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut nanti,” tegas Mantan  Direktur Utama (Dirut) Bank Sulutgo itu, kepada SINDOMANADO.COM, Selasa (29/5/2018).

Menurut dia, secara pribadi semua peserta pasti akan optimis untuk lolos, karena keinginan semua peserta untuk lolos. Hanya saja kondisi dilapangan akan memberikan suatu bukti dan data yang lebih otentik dan objektif.

“Verifikasi faktual ini sesuatu yang betul-betul memberikan keabsahan terhadap pendukung yang ada di seluruh kabupaten/kota. Bisa saja terjadi, ada pendukung ternyata pada saat dilapangan pendukung menyatakan mendukung bakal calon lain, semua bisa terjadi,” beber dia.

“Oleh karena itu mari tunggu saja, sangat berharap semua pendukung semua dan benar-benar mendukung. Untuk pemasukan dukungan saya memasukan dukungan tersebar di 12 kabupaten/kota dengan total dukungan sekira 2.171,” pungkas dia.

Diketahui, ada 28 Bacal DPD-RI Periode 2019-2024 yang memasukan berkas syarat dukungan. Tiga Bacal dinyatakan tidak memenuhi syarat dan 25 bacal memenuhi syarat. Hingga 29 Mei 2018 untuk Bacal DPD-RI telah memasuki tahapan verifikasi faktual untuk syarat dukungan minimal 2.000 dan tersebar minimal di delapan kabupaten/kota. (valentino warouw/get)