Proyek Holland Village di Manado Akan Selesai Awal Tahun Depan

oleh -32 Dilihat
Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya (kiri) dan Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga (kanan), saat berkunjung di Kota Manado. (Marcos Budiman)
Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya (kiri) dan Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga (kanan), saat berkunjung di Kota Manado, 29 Mei 2018.  (Marcos Budiman)

MANADO—Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya menuturkan, proyek perumahan Holland Village di Kota Manado akan selesai pada awal tahun depan.

Menurut wijaya, perseroan akan  berupaya untuk menyelesaikan pembagunan perumahan terintegerasi tersebut hingga ke tanggan konsumen. “Seluruhnya akan selesai pada Februari 2019,” katanya, berdasarkan keterangan resmi yang diterima KORAN SINDO MANADO.

Disamping itu, pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf atas keterlambatan penyerahan properti, sekaligus memberi penjelasan tentang progres pembangunan Holland Village Manado. Wijaya menegaskan, pihaknya akan memenuhi segala tanggung jawab sesuai perjanjian, termasuk penalti atas keterlambatan penyerahan properti.

Pada kesempatan itu, Ketut Budi Widjaja mengapresiasi dukungan dari ratusan pembeli.

Holland Village merupakan proyek perumahan terintergrasi di daerah Kairagi di Manado yang menjanjikan suatu hunian menengah ke atas yang lengkap dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan gaya hidup. Proyek tersebut saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Sebanyak 90 rumah dari total 345 rumah sudah selesai dibangun dan diserahterimakan hingga ke tangan konsumen. Sisanya, akan diserahterimakan secara bertahap sampai Februari 2019.

Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga mengatakan, setelah Lebaran tahun ini, pihaknya berupaya akan melakukan serahterima sekiran 20 unit hunian. “Sebetulnya kami berupaya sebelum Lebaran. Tapi beberapa pekerja sudah pulang kampung ke Jawa untuk merayakan Idul Fitri. Jadi kami upayakan setelah lebaran ini 20 unit kami akan serahkan ke tangan konsumen,” ujarnya.

Adapun keterlambatan penyelesaian pembagunan dikarenakan, beberapa bahan untuk pembagunan rumah mesti didatangkan dari Pulau Jawa. Bahkan dengan tingginya permintaan membuat kontraktor kewalahan dalam menyelesaikan proyek. (stn)