Clay Dondokambey Bagi Ilmu Servant Leadership kepada 1.543 Muda Praja IPDN di Jatinangor

oleh -39 Dilihat
Clay Dondokambey saat membagi ilmu di kegiatan Pembaretan Kemah Juang di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat (Jabar). FOTO:ISTIMEWA
Clay Dondokambey saat membagi ilmu di kegiatan Pembaretan Kemah Juang di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat (Jabar). FOTO:ISTIMEWA
MANADO-Kepala Biro (Karo) Umum dan Protokoler Setdaprov Sulut Clay Dondokambey, dipercayakan membagi ilmu servant leadership (kepemimpinan yang melayani) di Pembaretan Kemah Juang di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat (Jabar), Rabu (11/7).
Malam itu, Clay membakar semangat sekira 1.543 Muda Praja IPDN Angkatan XVIII di lokasi kegiatan. Dia menjelaskan, servent leadership merupakan satu tipe atau model kepemimpinan yang dikembangkan untuk mengatasi krisis kepemimpinan.
Menurutnya, para pemimpin atau servant leader mempunyai kecenderungan lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi orang-orang yang dipimpinnya. Orientasi adalah untuk melayani dengan cara pandang holistik dan beroperasi dengan standar moral spiritual.
“Artinya, tetap berpedoman kepada Tuhan dan sadar bahwa anggota yang dipimpinnya juga adalah sesama ciptaan Tuhan,” ungkapnya.
Clay memaparkan, kepemimpinan yang melayani memiliki kelebihan karena hubungan antara pemimpin (leader) dengan pengikut (followers) berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual.
“Pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk melayani kepentingan pengikut agar mereka menjadi lebih sejahtera. Sebaliknya para pengikut memiliki komitmen penuh dalam bekerja untuk mencapai tujuan organisasi dan keberhasilan pimpinan,” paparnya.
Dia menjelaskan beberapa ciri utama kepemimpinan yang melayani yang harus melekat pada diri seorang servant leader. Menurutnya, seorang servant leader harus memiliki visi pemimpin, orientasi pada pelayanan, membangun kepengikutan (followerships), membentuk tim dan bekerja dengan tim, setia pada misi, menjaga kepercayaan, mengambil keputusan, melatih dan mendidik pengganti (membentuk kader).
“Selain itu, memberi tanggung jawab, memberi teladan, dan menyadari pentingnya komunikasi serta kemampuan berinovasi,” jelas Alumni IPDN tersebut.
Clay menerangkan bahwa dalam konteks kepemimpinan yang ideal di Indonesia, seorang pemimpin harus tetap berpedoman pada 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang (UU) Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.(ivo)