Lima Tenaga Kesehatan Potensial Sulut Ikut Seleksi di Tingkat Nasional

oleh -
Kepala Dinkes Sulut dr Debie Kalalo dan Kabid Pelayanan Kesehatan dr Lidya Tulus foto bersama kelima tenaga kesehatan potensial yang mewakili Sulut di tingkat nasional. (FOTO: Istimewa)
Kepala Dinkes Sulut dr Debie Kalalo dan Kabid Pelayanan Kesehatan dr Lidya Tulus foto bersama kelima tenaga kesehatan potensial yang mewakili Sulut di tingkat nasional. (FOTO: Istimewa)

MANADO-Sebanyak lima tenaga kesehatan teladan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan mengikuti seleksi tenaga kesehatan teladan tingkat nasional. Pelaksanannya akan berlangsung 15-21 Agustus 2018 di Hotel Bidakara Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulut, dr Debie KR Kalalo mengatakan, Pemprov Sulut berharap agar para utusan dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama daerah ini.

Tentunya dengan memaparkan inovasi-inovasi kreatif berkonten lokal, guna meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia secara tepat,” kata Kalalo, Senin (13/8/2018).

Dia meyakini, para utusan ini bakal mampu memenuhi standar yang ditetapkan tim penilai. Menurut Kalalo, pada tahun 2017, Gubernur Sulut Olly Dondokambey telah menetapkan sebanyak 9 tenaga kesehatan teladan se-Sulut.

“Namun untuk seleksi tingkat nasional ini, panitia pusat membatasi lima tenaga kesehatan teladan dengan nilai tertinggi dari setiap provinsi,” ujarnya, didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan dr Lidya Evalien Tulus MKes.

Selain seleksi tersebut, para tenaga kesehatan teladan dari seluruh provinsi bakal mengikuti sejumlah agenda kenegaraan. Yaitu Sidang Istimewa di Gedung MPR/DPR, Upacara HUT RI ke-73 di Istana Merdeka, dan tatap muka dengan Presiden RI Joko Widodo. (ivo)

Berikut Nama 5 Tenaga Kesehatan dan Judul Makalahnya :

1. dr Ollivia Shinta Toar MM dari Puskesmas Wori, Minahasa Utara. (Kategori Dokter)

Judul Makalah: “Pengaruh Integrasi Program Posyandu PTM, Promkes, Posyandu, Lansia, dan Prolanis Terhadap Pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, pada Era JKN”.

2. Johannes Jonathan Tuhatelu SKep Ns dari Puskesmas Tinombala, Bitung. (Kategori Perawat)

Judul Makalah: “Pelayanan Rumah ‘Batemang Plus’ Pada Sasaran Populasi Kunci WPSL/WPSTL, LSL, Waria, Bumil, Pasien TB, Penasun Dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS”.

3. Tammy Sinthya Rengkung SKM dari Puskesmas Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

(Kategori Kesehatan Masyarakat)

Judul Makalah: “Masyarakat Tahu, Masyarakat Sadar, Masyarakat Sehat Melalui Pendekatan Siaran Edukasi Kesehatan”.

4. Ruli Amelia Rembang St KL dari Puskesmas Upai, Kota Kotamobagu.

(Kategori Sanitarian)

Judul Makalah: “Pendekatan STBM Melalui Pilar Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) Dengan Gerakan Tinju Tinja”.

5. Friska Stella Giroth SSi Apt dari Puskesmas Sonder, Kabupaten Minahasa.

(Kategori Apoteker)

Judul Makalah: “Pemberian Konseling Obat Pada Pasien Lanjut Usia Dengan Komplikasi Penyakit Diabetes di Puskesmas Sonder Untuk Menunjang Program Gema Cermat”.

(sumber Dinkes Sulut)