Banyak Gebrakan, Lemhannas Cari Gambaran Perkembangan Sulut

oleh -
Pertemuan bersama Lemhannas RI dan Pemprov Sulut di Kantor Gubernur Sulut, Senin.(Rivco Tololiu)

MANADO-Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI datang berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut) untuk melihat berbagai perkembangan dan kemajuan daerah lewat program pemerintah.

Tim yang dipimpin Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, ikut memboyong Peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) VIII, Senin (27/8).

Kata Agus, maksud dan tujuan berkunjung ke Sulut yakni ingin melihat gambaran perkembangan daerah sekaligus menelusuri program pembangunan dari Pemerintah Pusat yang berjalan di daerah.

Inilah tujuan kami datang ke Sulut, yakni ingin mendapat gambaran berarti perkembangan daerah,” kata Agus.

Lanjut dia, melalui program SSDN ini, pihaknya dapat memperoleh pandangan kondisi wilayah yang berkaitan dengan aspek ideologi, ekonomi, politik, sosial budaya, Hankam dalam perspektif ketahanan nasional.

Sulut saat ini memang sudah berkembang jauh. Ini kiranya bisa terus dipacu terlebih merealisasikan semua program Pemerintah Pusat di daerah dengan baik,” ungkapnya.

Gubernur Olly Dondokambey sebelumnya telah memaparkan berbagai program yang berjalan, hingga pembangunan infrastruktur yang berfungsi menunjang berbagai proyek strategis di Sulut.

Sektor pariwisata merupakan salah satu leading sector pembangunan di Sulut. Selama tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan yang signifikan terkait jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke ke daerah ini,” papar Olly.

Mantan legislator Senayan ini menerangkan, tahun 2015, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut sebanyak 27.059 orang, meningkat menjadi 48.288 di 2016. Dan pada tahun 2017 jumlah wisatawan mananegara mencapai angka 86.976 orang, serta selang bulan Januari sampai Juni 2018, jumlah wisatawan telah mencapai 59.125 orang.

Menurut Olly, pencapaian positif ini berkat pembukaan rute penerbangan internasional langsung dari Manado ke-8 (delapan) Kota di China (PP), yakni Makau, Guangzhou, Changsa, Hongkong, Wuhan, Chengdu, Nanchang, dan Hangzhou, serta saat ini sedang diusahakan untuk membuka penerbangan langsung dari kota lainnya di Tiongkok serta dari Korea Selatan, Australia dan Taiwan.

Ditambahkannya, Sulut merupakan daerah yang dikaruniai potensi sumber daya alam melimpah, baik disektor perikanan dan kelautan, energi terbarukan, pertanian dan perkebunan serta potensi pariwisata, baik wisata alam, wisata budaya dan religi maupun wisata kuliner yang sangat menjanjikan

Menyadari kondisi dan potensi demikian, maka sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2016-2021, kami telah mengarahkan progres pembangunan daerah pada pencapaian visi terwujudnya Sulut yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya, yang tentunya antara lain diupayakan dengan melaksanakan pembangunan di sektor infrastruktur,” urainya.

Dia menyebut, kolaborasi dan sinergitas visi serta misi yang selama ini telah dibangun dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota diwujudkan dalam program prioritas dan proyek strategis nasional.

Untuk Proyek Strategis Nasional, antara lain Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Bendungan Kuwil di Kabupaten Minahasa Utara, Jalan Tol Manado-Bitung, International Hub Port Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang dan Jalan Penghubung Gorontalo-Manado.

Sedangkan untuk Program Prioritas Pemprov Sulut, yakni Pengembangan Bandara Sam Ratulangi, Pembangunan Trem Dalam Kota Manado, Jalur Kereta Api Manado-Bitung, Pengembangan Kawasan Pariwisata Likupang, Manado Outer Ring Road III (Winangun-Malalayang), Pembangunan TPA Regional di Kabupaten Minahasa Utara dan Pembangunan Bendungan Sawangan Kabupaten Minahasa. (ivo)