Kata dia, Asprov PSSI Sulut jika meminta proposal, tentunya Pemrov Sulut mendukung sepenuhnya.
“Olahraga pada dasarnya semua tanggung jawab di KONI. Sementara Dispora hanya memfasilitasi soal penganggaran,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Olahraga Pontowuisang Kakauwe, mewakili Kadis Dispora Kota Manado mengatakan, harus dipahami bahwa sebagaimana dalam Nawacita yang saat ini digemborkan oleh Presiden Jokowi, bahwa pemerintah hadir bersama dengan masyarakat.
Tentunya pengembangan olahraga khususnya sepak bola wajib pemerintah hadir didalamnnya.
“Artinya jika pemerintah hadir didalamnya pasti ada anggaran. Bukankah PON tujuannya untuk pengembangan olahraga bagi generasi muda. jadi tidak mungkin dana tidak di sediakan oleh pemerintah. Kecuali dana untuk sepak bola profesional. Ini tentunya tidak bisa mengunakan dana pemerintah,” sebutnya.
Dia menyayangkan sudah tidak ada lagi Firman Utina baru dalam kanca sepak bola tinggkat Nasioanal.
“Ini tentunya yang harus dipersiapkan pemerintah, generasi muda andalan dalam cabang sepak bola,” terangnya.
Alan Mandey, mantan pemain sepak bola yang tergabung dalam klub kebanggaan Nyiur melamabai yakni Persma Manado menceritakan, kenangannya ketika sepak bola Sulut pada PON di tahun 1990 yang menggondol medali perunggu.
“Satu kerinduan di Sulut akan ada lagi prestasi yang membanggakan seperti ini bahkan lebih,” ucapnya.
Kata dia, saat ini tidak mustahil kejayaan sepak bola Sulut akan kembali.


Tinggalkan Balasan