Ingin Sepak Bola Sulut Maju? Kesampingkan Dulu Warna dan Kepentingan

oleh -
Tampak suasana Forum Mingguan KSM yang membahas soal sepak bola di Provinsi Sulut. (Marcos Budiman)

“Asalkan ada kekompakan bersama. Tidak ada yang terkotak kotak karena satu kepentingan pribadi. Dahulu hanya ada 1 persma Manado, kita rindu ada 1 tim yang berasal dari Sulut yang berbicara di tingkat nasional,” harapnya.

Herry Inyo Rumondor, selaku pemerhati sepak bola Sulut membeber tentang kepedulian mantan Gubernur Sulut EE Mangindaan terhadap dunia sepak bola di masanya.

Kata dia, saat itu Mangindaan menjawabnya dengan menjadikan sepak bola menjadi mainan masyarakat.

“Kalau sekarang pada kenyataannya Sepak bola itu merupakan permainan dari pada elit-elit. Bukan mainan masyarakat atau mainan para pemain atau atlit,” ucapnya.

Lanjut dia, tentunya dengan satu harapan, disepakati bersama pemerintah dapat mendukung penuh kemajuan sepak bola di Sulut.

“Kita bersatu. Singkirkan kepentingan atau peran para elit untuk kemajuan dunia sepak bola Sulut,” bebernya.

Sementara, Ram Makagiansar, Koordinator Sepak Bola U16 Sulut menuturkan, di Sulut saat ini yang sangat dibutuhkan yaitu pembinaan pemain usia muda.

Sebagaimana pembinaan ini merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga diperlukan koordinasi dengan beberapa stek holder baik pemerintah dan berbagai elemen penunjang bersama.

“Sangat bersyukur lewat diskusi bersama ini bisa berjalan dengan adanya tanggapan poaitif baik Dispora manado dan provinsi Sulut dengan dimulai kembali atau mengangkat pemain usia muda,” katanya.

Makagiansar menerangkan, saat ini Sulut memiliki banyak potensi muda dalam sepak bola. Tetapi ketika kompetisi tidak ada, tentunya percuma.

Menurut dia, era sepak bola Sulut sekrang tidak lepas dari politisi.

Saat ini, pihaknya sementara mempersiapkan pembinaan usia muda pemain sepak bola U 14 dan U 16. Namun hal tersebut membutuhkan sebuah kompetensi.