Tak hanya itu, Olly mengatakan, PDRB Sulut Tahun 2017 berada pada angka Rp110,16 triliun dengan pendapatan per kapita sebesar Rp44,76 Juta. Pertumbuhan ekonomi, didorong oleh strategi Pemprov Sulut dalam meningkatkan lapangan usaha, dan kinerja konsumsi pemerintah melalui percepatan penyerapan anggaran, meningkatkan kinerja ekspor, dan investasi.

“Data realisasi investasi, PMA di Sulut mencapai Rp4,6 Triliun, dan PMDN sebesar Rp1,4 Triliun, sehingga total investasi berjumlah Rp.6 Triliun. Kinerja ekspor juga meningkat hingga US$972,7 Juta, dan peningkatan kinerja perbankan, yang tercermin dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp5 Triliun, dan menyalurkan kembali kepada masyarakat,” papar Olly.

Menurut Olly, kinerja positif dari sektor ekonomi Sulut itu searah dengan tingkat inflasi. Bahkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut berhasil meraih penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo IJOkowi) sebagai TPID terbaik tingkat Provinsi di Kawasan Sulawesi.

“Sulut juga mencatat inflasi terendah, sepanjang Tahun 2017 dan 2018, mampu ditekan hanya 2,44%,” tandas Olly. (ivo)