MANADO-Partisipasi anak-anak muda di ajang pemilihan legilatif (pilcaleg) 2019 cukup besar di Sulawesi Utara (Sulut). Para calon legislatif (caleg) milenial ini ditantang untuk dapat membuat perubahan positif saat terpilih menjadi wakil rakyat nantinya.

Hal ini menjadi bahasan menarik dalam Forum Mingguan KORAN SINDO MANADO (KSM) dengan topik “Misi Generasi Milenial di Rumah Rakyat”.

Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) KSM Waldy Mokodampit bertindak sebagai moderator, menggali berbagai pandangan, tujuan, visi dan misi para caleg milenial, serta tanggapan pengamat politik yang menjadi narasumber dalam disuksi yang digelar di Kantor KSM, Rabu (27/9/2018).

Nick Adicipta Lomban, Caleg DPRD Provinsi Sulut daerah pilihan (dapil) Minut-Bitung mengatakan, dirinya secara pribadi terpanggil untuk bisa menjadi wakil rakyat dengan mengajukan diri sebagai caleg untuk bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Saya terinsipirasi pada orang tua saya, yang memang dari birokrat. Saya ingin berbuat lebih, hadir dan bisa memperjuangkan apa yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.

Dia menyebut, dia ingin merubah image orang yang berpandangan dirinya hanya pengandalkan pengaruh orang tuanya yang menjabat kepala daerah dan pimpinan partai.

Sekali lagi, saya maju karena keinginan diri saya untuk melayani masyarakat. Saya berkomitmen untuk dapat membuat perubahan berarti lewat fungsi dari legislatif jika terpilih nantinya,” tukas caleg dari Partai Nasdem ini.

Begitu juga diungkapkan Baso Affandi, Caleg DPRD Manado Dapil V. Menurutnya, memilih masuk sebagai caleg di Pemilu 2019 merupakan kehendak pribadinya sendiri.

Pribadi saya terpanggil untuk masuk dalam sistem supaya bisa memperjuangkan penuh apa yang diinginkan masyarakat, khususnya di dapil saya. Kan sekarang ini, banyak sekali keinginan dan harapan warga yang disampaikan kepada para wakil rakyat tidak direalisasikan. Alasan itulah saya menyatakan diri untuk maju ikut serta dalam pesta demokrasi 2019,” paparnya.

Hal yang sama disampaikan Yunan Balamba, caleg dari Kota Manado. Balamba mengatakan, dirinya berkomitmen penuh mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat jika terpilih sebagai anggota legislatif di Pemilu 2019.

Kita tentunya harus tahu apa yang perlu kita perjuangkan bagi masyarakat kita. Seperti dapat meningkatkan perekonomian warga dan hal positif lainnya. Intinya, kita harus punya tujuan dan rencana pasti, apa yang harus dilakukan seorang wakil rakyat. Itu juga menjadi kerinduan saya jika terpilih untuk bisa lebih melakukan hal-hal besar bagi masyarakat sebagai wakil rakyat,” tuturnya.

Pernyataan menarik juga disampaikan Mark Charles Lepar, Caleg DPRD Kota Manado yang menyebut, dorongan teman, kerabat serta lingkungan sekitar tempat tinggalnya sangat besar untuk mengharapkan dirinya bisa duduk memperjuangkan aspirasi masyarakat di Gedung DPRD.

Saya banyak terlibat di berbagai organisasi. Maju sebagai caleg, tentunya menjadi tantangan berarti dalam pribadi, bagaimana menjalankan amanah tugas rakyat ini untuk bisa dijalankan penuh dan maksimal sebagaimana yang diharapkan masyarakat. Bagi saya, faktor umur bukan menjadi masalah, tetapi bagaimana kepedulian dan komitmen kita sebagai caleg dalam menjalankan tugasnya saat terpilih nantinya,” ujarnya.

Christian Yokung, Caleg DPRD Provinsi Sulut Dapil I mengatakan, tentunya keputusan dirinya ikut serta dalam pemilihan legislatif 2019, karena punya tujuan pasti berjuang bersama masyarakat.

Saya ingin buat sesuatu yang menjadi kerinduan masyarakat. Baik bisa berjuang mengatasi sejumlah persoalan sosial yang belum kunjung dituntaskan, serta memperjuangkan keingingan masyarakat di berbagai bidang, contohnya olahraga. Apalagi saya sangat hoby dengan sepak bola,” tuturnya.

Ini juga menjadi komitmen Feki Korto, Caleg DPRD Kota Manado, Dapil I. Dia menyatakan, sekarang ini memang ada banyak kaum milenial yang didorong serta keinginan pribadinya masuk sebagai caleg.

Secara pribadi, dirinya merupakan bagian dari kaum milenial yang tertantang membuat perubahan berarti di DPRD Manado jika terpilih sebagai wakil rakyat.

Warga di dapil saya banyak sekali mendukung saya agar bisa maju dan memperjuangkan aspirasi mereka. Tertantang, karena pengalaman lalu banyak hal yang ingin saya sampaikan ke wakil rakyat, tetapi setiap reses saya tidak pernah diundang. Padahal saya juga mewakili serjumlah organisasi. Saya ingin terlibat di sistem ini untuk bisa langsung memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat,” tandasnya.

Caleg lainnya, Maikel Maringka, yang masuk sebagai calon wakil rakyat di DPRD Manado mengungkapkan, dirinya juga didorong teman dan kerabat serta masyarakat di wilayahnya sebagai penyambung lidah rakyat.

Banyak hal yang akan saya perjuangkan jika terpilih menjadi wakil rakyat. Baik itu menuntaskan persoalan sosial, serta memperjuangkan kerinduan masyarakat di berbagai bidang. Contohnya, banyak warga yang punya keterampilan seni dan bakat, tetapi tidak sepenuhnya diperhatikan. Ini juga menjadi salah satu yang akan saya perjuangkan jika dikehendaki Tuhan duduk di bangku DPRD Manado,” tukasnya.

Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Tumbelaka menilai, langkah para kaum milenial terpangil dan berkeinginan maju sebagai calon wakil rakyat patut diapresiasi.

Menurutnya, banyak perubahan berarti di setiap negara motornya dari kaum-kaum muda. Jadi, kata Taufik, kaum milenial sekarang punya peran besar untuk melakukan perubahan.

Nah, ini pastinya menjadi tantangan tersendiri bagi caleg milenial. Banyak sekali harapan masyarakat tentunya yang menginginkan sesuatu hal yang berbeda dari wakil rakyatnya yang punya prinsip perjuang dan peduli akan setiap permasalahan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Taufik menyebut, kaum milenial yang terpilih nantinya sebagai anggota legislatif, mesti mempunyai idealisme sebagai pribadi yang mampu berjuang utuk rakyatnya.

Generasi milenial harus mampu menjadi jawaban terhadap kebuntuhan masyarakat sekarang ini. Harus siap menghadapi tantangan saat bertugas di rumah rakyat nantinya. Artinya, dapat membuat sesuatu hal yang bisa mengangkat citra wakil rakyat di mata masyarakat,” sebut Tumbelaka.

Moderator Waldy Mokodampit sangat mengapresiasi berbagai pandangan, tujuan dan rencana para caleg milenial yang berkomitmen untuk dapat berjuang bersama masyarakat.

Tentunya, apa yang disampaikan lewat diskusi ini, termasuk masukan dari pengamat politik, pastinya akan memberikan hal berarti untuk masyarakat dalam memilih para wakil rakyatnya yang betul-betul dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat sendiri,” tutup Mokodampit.

Adapun diskusi Forum Mingguan KSM ini disiarkan langsung lewat Facebook Live Streaming KSM, dan dapat juga didengarkan di 89.40 FM CWS MNC Trijaya pada Sabtu (29/9), pukul 15.00/17.00 Wita. (ivo)