MANADO-Blue carbon (karbon biru) dinilai sangat bermanfaat, karena selain berdampak ekonomi dan pariwisata di pesisir, potensi besarnya juga ikut berperan dalam penanganan isu perubahan iklim.
Demikian dikatakan Kepala Bappeda Provinsi Sulut Ricky Toemandoek, yang baru pulang saat memenuhi undangan khusus perwakilan Indonesia dalam kegiatan Indonesian Leadership terkait pengelolaan blue carbon di Rhode Island, Amerika.
Kata Toemandoek, selama dua Minggu dirinya bersama undangan lain mendapat pemahaman dan pelatihan pengelolaan blue carbon dari universitas di Rhode Island.
“Kami diberitahu bagaimana upaya memaksimalkan blue carbon, serta manfaat pentingya,” ungkap Toemandoek, Selasa (2/10/2018).
Lanjut dia, pengelolaan blue carbon maksudnya bagaimana mengupayakan untuk menjaga dan melestarikan kawasan pesisir, seperti memperbanyak tanaman mangrove dan sejenisnya.
“Apalagi di Sulut banyak wilayah pesisir yang mempunyai potensi besar untuk dimanfaatkan lewat blue carbon,” tuturnya.
Dia mengakui, manfaat blue carbon sejalan dengan program Pemerintah Pusat untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 29% di tahun 2030.
“Blue carbon dapat memitigasi pemanasan global dan perubahan iklim dengan cara menjaga keberadaan hutan bakau, padang lamun, rumput laut dan ekosistem pesisir,” tandasnya. (ivo)


Tinggalkan Balasan