Oleh karenanya, melalui momentum kunker ini dapat meningkatkan sinergitas kerja sekaligus saling berbagi masukan positif.

Disamping itu, dia menerangkan aspek administrasi pemerintahan dan kemasyarakatan. Provinsi Sulut memiliki 15 Daerah Otonom, yang terdiri dari 11 kabupaten dan 4 kota.

Lanjut Toemandoek, dengan jumlah penduduk kurang lebih 2,6 Juta jiwa, namun masyarakat Sulut hidup rukun dan damai dalam kemajemukan baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat.

Realitas keberagaman ini, diakuinya, disyukuri sebagai anugerah, sehingga masyarakat dapat hidup dalam suasana persaudaraan, rukun dan damai.

“Falsafah “Si Tou Timou Tumou Tou” yang berarti “Manusia Hidup Untuk Menghidupi Manusia Lainnya” telah membentuk masyarakat untuk senantiasa saling menghargai dan menghormati.

Sehingga benih persatuan dan kesatuan tertanam dan bertumbuh subur, serta semakin memperkuat stabilitas daerah menjadi lebih aman dan kondusif,” ujarnya.