Asal Jadi, Embung Moyag Tampoan Mubazir

oleh
Foto: Kondisi embung Desa Moyag Tampoan yang tak bisa digunakan, dipenuhi rumput liar. Koran Sindo Manado/novianti

KOTAMOBAGU– Sungguh miris, embung yang terletak di Desa Moyag Tampoan Kecamatan Kotamobagu Timur. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh CV Tome Tome pada tahun 2016 lalu, dengan anggaran Rp634.376.000 yang bersumber dari dana APBD ini dinilai mubazir.

Informasi yang berhasil dirangkum, pasca usai dibangunnya proyek embung tersebut pada akhir tahun 2016 ini, hingga kini tidak bisa digunakan. Parahnya, pada bagian pondasi bagian bawah dinilai tidak kokoh dan padat. Sebab, sudah sering kali embung tersebut diisi dengan air, namun air yang mengalir masuk ke embung, kembali keluar dicelah celah pondasi bagian bawah. Diduga, pekerjaan embung tersebut tidak sesuai dengan standar spesifikasi pekerjaan (Spek). “Kami menilai, pondasi bagian bawah embung tak padat. Material batu yang digunakan pada bagian bawah tak rapat, sebab tanah tempat berdirinya pondasi penuh dengan lumpur. Hal ini mengakibatkan air yang mengalir masuk ke embung tersebut dengan mudah masuk  keluar melalui celah pondasi di bagian bawah. Kami menilai pekerjaan ini tak sesuai Spek,” ungkap Randi M warga sekitar embung.

Menurutnya, seharusnya embung setelah selesai dibangun oleh Pemerintah, dapat digunakan oleh masyarakat. Namun, ini malah tidak bisa dimanfaatkan. “ Jika diisi air, embung tersebut tidak pernah akan penuh. Bagaimana kami manfaatkan,”ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pemkot Kotamobagu Muljadi Suratinojo saat dikonfimasi, Minggu (14/10) nomor handphone nya dalam keadaan tidak aktif. Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasrana Meiva Najoan , saat dikonfirmasi mengenai keberadaan embung di Desa Moyag Tampoan Kecamatan Kotamobagu Timur mengatakan, setelah usai dikerjakan embung tersebut sudah digunakan oleh masyarakat. “ Ya, embung tersebut sudah digunakan oleh masyarakat,”ujarnya.

Disinggung, hingga kini embung tersebut tidak dapat digunakan oleh masyarakat, akibat jika diisi air embung tersebut tidak pernah akan penuh dengan air. Karena diduga pondasi banyak yang bocor. “Maaf untuk pekerjaan tahun 2016 lalu, ada yang mengatur. Sebab, pada saat itu saya belum di Dinas Pertanian dan Peternakan,” tandasnya.

novianti kansil