MANADO-Pemprov Sulut membuka 325 lowongan jabatan CPNS untuk tenaga guru SMA dan SMK serta 54 tenaga kesehatan. Jumlah ini diyakini akan menjawab kekurangan kebutuhan di dua sektor tersebut yang selama ini dipersoalkan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut, Femmy Suluh mengatakan, pelamar CPNS 2018 cukup tinggi, karena mencapai sekira 2.916 pelamar.

Meski begitu, dibeberkannya, dari 417 jabatan CPNS telah terisi sebanyak 402 jabatan, atau 15 jabatan diantaranya masih kosong.

Kalau dihitung, ada 7 jabatan dokter, 5 jabatan guru, 1 analisis bangunan, 1 pengelola sumber air dan 1 pengawas irigasi. Ini jabatan yang belum terisi hingga penutupan pendaftaran jalur online,” kata Femmy, Rabu (16/10/2018).

Dia menjelaskan, khusus untuk jabatan tenaga guru dan kesehatan memang menjadi hal prioritas dari Pemprov Sulut karena diusulkan dari masing-masing perangkat daerahnya.

Kita memang masih kekurangan guru dan tenaga kesehatan. Mudah-mudahan, formasi yang terisi saat ini bisa menjawab kebutuhan guru dan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Apalagi, kata Femmy, penerimaan CPNS untuk jabatan guru dan tenaga kesehatan bukan cuma dari Pemprov Sulut, tetap hampir semua pemerintah daerah (pemda) di kabupaten dan kota, banyak menerima dua jabatan tersebut.

Untuk jabatan yang dipilih pelamar sudah langsung menyebutkan lokasi penempatan kerjanya. Contoh di rumah sakit A, atau di sekolah B,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo mengakui, penerimaan CPNS 2018 memang memprioritaskan tenaga kesehatan.

Ini tentu sangat baik, karena dilihat dari formasi jabatan pemprov dan kabupaten/kota, banyak sekali menerima tenaga kesehatan. Ini bisa mencukupi semua kebutuhan tenaga medis saat ini yang memang masih kurang,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Provinsi Sulut, Grace Punuh. Dia menuturkan, kekurangan tenaga pendidik yakni guru selama ini terus menjadi persoalan. Menurutnya, adanya penerimaan yang banyak untuk formasi jabatan guru akan menjadi solusi terkait kebutuhan guru selama ini.

Ini tentunya sangat baik untuk sektor pendidikan, karena dengan pengisian posisi CPNS lewat jabatan guru, bisa mengisi kekosongan di hampir semua lini hingga pelosok daerah,” tandasnya. (ivo)