MANADO-Berbagai upaya dan terobosan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam pembenahan sektor kesehatan diapresiasi Pemerintah Pusat.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek kagum melihat pajangan program Dinkesda Sulut dalam pameran pembangunan kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, dan Produk Kesehatan Dalam Negeri.
Kegiatan pameran tersebut digelar Kementrian Kesehatan (Kemkes) RI sejak Kamis (8/11) hingga Sabtu (10/11) di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang.
“Ini terobosan yang baik dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ini juga harus menjadi contoh daerah yang lain dalam penerapan program kesehatan yang bermanfaat,” kata Menteri Nila saat mampir ke stand Dinkesda Sulut.
Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo menjelaskan,pelayanan dari fasilitas kesehatan yang dipajangkan diwakili oleh tiga inovasi terbaik.

Kata Kalalo, seperti program Lahir Bayi Bawa Akte (Lababa) karya Puskesmas Nuangan Kabupaten Boltim, program Rica Roa karya Puskesmas Airmadidi Kabupaten Minut untuk pencegahan risiko anak stunting, serta program inovasi Ranting (Remaja Anti Stunting), karya Puskesmas Nusa Tabukan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Kita akan berupaya mempertahankan predikat terbaik pada pameran tingkat nasional ini, dengan kehadiran pelayanan terlengkap di tiga RS milik Provinsi Sulut,” kata Kalalo.

Dia memaparkan, tiga RS tersebut diantaranya RSUD Tipe B Prov Sulut sebagai pusat rujukan tingkat provinsi, yang juga akan mengandalkan pelayanan kesehatan unggulan ginjal di wilayah Indonesia Timur.

Kemudian, RS Khusus Mata Sulawesi Utara yang disiapkan menjadi pusat rujukan kesehatan mata tingkat provinsi maupun di Indonesia Timur. Dengan memberikan pelayanan kesehatan mata paripurna, mencakup operasi katarak tanpa jahitan dan operasi kelainan retina sebagai sebagai layanan unggulan.

Adapula RS Jiwa Prof VL Ratumbuysang sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia bagian Timur, yang menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa paripurna, untuk meningkatkan kualitas hidup orang yang pernah menderita gangguan jiwa berat.

Ditambahkan Kalalo, beragam inovasi layanan tersebut dikombinasikan dengan komitmen Pemprov Sulut terhadap pencapaian Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK), eliminasi TBC, pencegahan stunting, serta peningkatan capaian imunisasi.

“Itu menjadi komitmen penuh Pemprov Sulut dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw untuk membangun keluarga sehat Sulawesi Utara,” tandasnya.

Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkesda Sulut, dr Rima Lolong mengatakan, sejumlah pajangan program kesehatan di stand Dinkesda Sulut merupakan program yang sedang berjalan yang dimaksimalkan.

“Ibu Menteri Kesehatan tadi kagum saat melihat stand Dinkesda Sulut. Ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dalam menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya. (Ivo)