Sekkot Micler Lepas Rombongan dan Lima Truk Bantuan Kemanusiaan Menuju Palu

oleh -
Sekkot Micler Lakat mewakili Wali Kota Vicky Lumentut melepas rombongan yang mengawal bantuan kloter 4 menuju Palu, kemarin. (Istimewa)

MANADO — Perhatian besar ditunjukan pemerintah dan masyarakat Kota Manado kepada wara Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang mengalami bencana, akhir September lalu. Kemarin, bantuan kemanusiaan kloter 4 dilepas Sekretaris Kota (Sekkot) Micler Lakat.

Bahan-bahan makanan, pakaian dan obat-obatan itu berasal dari sumbangan pemerintah, kelompok masyarakat serta lembaga dan organisasi seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Komisi Pria Kaum Bapa (PKB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan Universitas Negeri Manado (Unima), yang dikumpulkan di Pos Komando (Posko) Peduli Bencana di Kantor Wali Kota Manado.

“Bantuan kemanusiaan dari pemerintah dan masyarakat serta organisasi yang ada di Manado ini, merupakan bantuan yang dikumpulkan di Posko Peduli Bencana di Kantor Wali Kota. Ini adalah bentuk kepedulian seluruh masyarakat Manado untuk Kota Palu dan sekitarnya, yang mengalami musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi,” ujar Micler.

Olehnya, diharapkan bantuan yang diberikan tersebut dapat bermanfaat meringankan beban masyarakat Palu, Donggala dan Sigi yang ditimpa musibah.

“Kiranya bantuan susulan yang kita kirimkan ini meringankan beban saudara-saudara kita di sana. Dan kita juga berharap kondisi Kota Palu dan sekitarnya berangsur-angsur membaik,” pungkas Micler.

Usai berdoa, sebanyak 5 truk pengangkut bantuan diikuti kendaraan rombongan lainnya dari Pemkot Manado bergerak menuju Palu. Asisten III Bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere menambahkan, sesuai instruksi wali kota, beberapa instansi sudah ditugaskan mendata dan mengawal bantuan yang masuk dari luar Pemkot Manado mau­pun yang disediakan Pemkot.

“Nantinya tim rombongan pemkot akan berada di Sulteng lebih lama dari yang sebelumnya. Diperkirakan seminggu, seperti yang sudah direncanakan tim akan berada di lokasi panyaluran bantuan,” pungkas Mawitjere. (KORAN SINDO MANADO/kimgerry)