MANADO – Sebanyak 508 personil dikerahkan dalam Airport Emergency Exercise di Bandara Sam Ratulangi, Manado pada Kamis (21/5/2026).
Jumlah tersebut jauh melampaui kekuatan personil internal PT Angkasa Pura Indonesia, dengan sebagian besar berasal dari instansi-instansi pendukung eksternal.
CEO Regional V PT Angkasa Pura Indonesia, Handy Heryudhitiawan, merinci komposisi personil yang disiagakan.
“Personil kami dari pemadam kebakaran yang harus standby siaga 24 jam itu totalnya ada 52 orang, dibagi shift. Kemudian dari security-nya 120 personil,” jelasnya.
Namun dalam latihan ini, total seluruh peserta mencapai 508 orang. Handy menyebut besarnya kontribusi pihak eksternal justru mencerminkan keberhasilan Kepala Bandara dalam membangun jaringan koordinasi yang solid.
“Justru yang sebagian besarnya adalah supporting-nya dari non Angkasa Pura. Ini membuktikan bahwa Pak GM jago me-maintain hubungan, konsolidasi hubungan,” ujarnya.
Handy menambahkan, keterlibatan luas berbagai pihak bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan nyata.
Pasalnya, personil internal bandara pun terbagi dalam sistem shift, sehingga pada saat kejadian darurat terjadi, jumlah personil yang langsung tersedia di lapangan jauh lebih terbatas.
“Pada saat kejadian, tidak mungkin yang cuma segini. Kita juga punya orangnya yang di-shift, kerjanya juga dibagi-bagi berdasarkan regu,” katanya.
Oleh karena itu, dukungan dari Basarnas, TNI, Kepolisian, BPBD, Otoritas Bandara, serta rumah sakit setempat menjadi komponen krusial dalam sistem penanggulangan keadaan darurat bandara.
Handy menegaskan bahwa sinergi lintas instansi ini mencerminkan solidnya dukungan pemerintah daerah terhadap keselamatan penerbangan di kawasan tersebut. (nando)


Tinggalkan Balasan