Berantas Nyamuk DBD, Desa dan Kelurahan Harus Perhatikan Kebersihan Lingkungan

oleh -
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo. (rivco tololiu)

MANADO-Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Debie Kalalo mengajak masyarakat untuk mewaspadai bersama peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya yang berkhasiat yaitu memperhatikan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Pemerintah desa dan kelurahan kiranya dapat menggalakan rutin kebersihan di wilayahnya masing-masing dengan mengajak masyarakat. Penting ini dilakukan, karena wilayah yang kotor, apalagi banyak air tergenang dapat memicu perkembangbiakan nyamuk DBD,” kata Kalalo, Rabu (9/1/2019).

Dia menyebut, saat ini tim reaksi cepat dari Dinkesda Sulut telah turun ke lapangan dengan berkoordinasi bersama dinas kesehatan di kabupaten dan kota. Penanganan berupa fogging (pengasapan) telah dilakukan di wilayah-wilayah yang terdapat kasus DBD.

Tentunya, kita berharap pemberantasan nyamuk DBD akan lebih baik dilakukan dari hulunya berupa penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penyimpangan air, menutup tempat penampungan air, membuang dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air, serta menghindari gigitan nyamuk terutama pagi dan sore dengan mengenakan pakaian atau lotion antinyamuk,” tuturnya.

Kalalo menambahkan, Dinkesda Sulut sebelumnya sudah mengeluarkan surat peringatan kewaspadaan dini tentang DBD kepada dinkes di 15 kabupaten kota pada tanggal 25 September 2018, kemudian menyusul surat ke bupati wali kota tanggal 20 Desember 2018 untuk penanganan dini ancaman DBD tersebut. (rivco)