Dinkesda Sulut Siapkan Posko DBD dan Obat Trolit Gratis

oleh -
Kepala Dinkesda Sulut dr Debie Kalalo bersama Kabid Penanggulangan Penyakit dr Steaven Dandel memantau Puskesmas Ranomuut, Manado. (Istimewa)

MANADO-Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulut menyiapkan Posko Demam Berdarah Dengue (DBD) dan obat trolit gratis untuk menyikapi peningkatan pasien kasus DBD supaya tidak terus menyebar luas. Pun pemantauan dan sosialisasi digalakan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Dinkesda Sulut, dr Debby Kalalo menuturkan, obat trolit tersebut akan diberikan secara gratis bagi korban DBD yang membutuhkan.

Bagi yang membutuhkan silakan menghubungi atau datang ke Posko DBD Pemprov. Kita juga saat pemantauan membagikannnya gratis ke masyarakat,” ungkap Kalalo, Selasa (15/1/2019).

Lanjut dia, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi ketersediaan obat trolit, yang sebagian masih dalam pengiriman. Pihaknya terus mengupayakan tim Dinkesda Sulut yang saat ini rutin turun ke lapangan untuk dapat memberikan pemahaman, serta bisa meneliti penyebab trend meningkatnya pasien DBD hingga pertengahan Januari 2019.

Sudah ada tim yang disebar di lapangan. Sosialisasi melalui kendaraan lewat pengeras suara dilakukan guna memberikan pemahaman akan pentingnya kebersihan bagi masyarakat. Kita juga merencanakan fogging dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dia memaparkan, sejumlah langkah cepat telah dilakukan Dinkesda Sulut yakni rapat koordinasi (rakor) dengan dinas kabupaten/kota, serta membuka Posko DBD di semua dinas kesehatan dan rumah sakit, semua RS di seluruh kabuaten/kota di bawah pengawasan tenaga konsultan kesehatan anak dan penyakit dalam untuk memonitor keadaan pasien-pasien yang ada di rumah sakit.

Tim dalam group ini yaitu Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulut, Kepala Bagian Penyakit tropik Anak RSUP Kandou dan Kepala Bagian Emergency Anak RSUP Kandou. Kita koordinasi langsung dan cepat melalui via Whatsapp,” jelasnya.

Selain itu, Kalalo menyebut, mobil ambulance Dinkesda Sulut siap 1×24 jam untuk membantu RSUD di kabupaten/kota bila akan merujuk pasien, sistem rujukan sementara diabaikan mengingat penanganan emergency, karena asien harus mendapat penanganan yang cepat dan tepat, koordinasi dengan PMI untuk kesiapan trombosit bila diperlukan, menyiapkan sistem pemeriksaan laboratorium di beberapa RSUD untuk menunjang diagnosa pasti DBD, membuat pemantauan data, konsultan ahli dan posko, menyiapkan bantuan obat obatan dan bahan medis untuk RS yang memerlukan.

Hari ini, sudah diberikan ke RS Teling sebanyak 80 cairan infus dan 25 infus set. TNI telah membantu veld bed untuk RSUP Kandou dan RS Teling untuk pasien. Pemantauan ke semua RS bekerjasama dengan dinkes di kabupaten/kota yang datanya dikirim setiap hari,” ungkapnya.

Kalalo menambahkan, upaya lainnya juga yakni membuat surat ke pimpinan-pimpinan agama tentang gerakan masyarakat serentak untuk pemberantasan sarang nyamuk dan jentik melalui 3M, edukasi 3M ke masyarakat melalui TV, Radio dan surat-surat kabar, pembagian leaflet poster ke fasilitas kesehatan dan sekolah-sekolah serta masyarakat.

Kita telah melakukan fogging di area yang memiliki kasus DBD. Kemudian, menyurat ke akademi-akademi kesehatan untuk meminta bantuan penyuluhan masyarakat terkait 3M ke wilayah beresiko dan koordinasi dengan semua pihak terkait kesehatan termasuk organisasi profesi, akademisi dan Kementerian Kesehatan (Kemkes),” tandasnya. (Rivco Tololiu)