Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsrat Tekankan Jangan Pakai Calo

oleh -
Tampak, Kantor Rektorat atau Kantor Pusat Unsrat. (Ist)

MANADO-Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Ellen Kumaat mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo saat preoses penerimaan pendaftaran mahasiswa baru 2019 di Unsrat.

Ellen menuturkan, Unsrat menargetkan kuota penerimaan calon mahasiswa baru sebanyak 5.100 hingga 5.200 mahasiswa. Dia berharap, para orang tua atau masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti sistem serta aturannya.

Saya tidak bertanggungjawab jika ada calon mahasiswa maupun orang tua calon mahasiswa yang mendaftar dengan memakai jasa calo, kemudian tidak diterima di Unsrat. Semua harus ikut aturannya,” tegas Ellen, Selasa (12/2/2019).

Di berbagai kesempatan, Ellen terus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan calo, karna praktik tersebut terinformasi banyak terjadi di Unsrat. Fenomena itu kini menjadi perhatian serius pihaknya agar tidak ada lagi calo-calo yang bergentayangan di Unsrat. Semua calon mahasiswa, diingatkannya untuk mengikuti tahapan tes dengan baik dan benar, supaya dapat diterima.

Pendaftaran SNMPTN sudah dibuka sejak tanggal 4 hingga 14 Februari 2019. Hasilnya akan diumumkan pada 23 Maret mendatang. Untuk SBMPTN akan dibuka pendaftaran 27 hingga 30 Maret, pengumuman hasil pada 9 Juli. Sementara Jalur Mandiri Unsrat, yang dikenal dengan jalur Tumou Tou (T2), akan dibuka pendaftaran mulai 10 Juni hingga 10 Juli 2019,” terangnya.

WR Grevo Gerung menjelaskan, hanya SBMPTN dan T2 yang harus melalui Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK). Calon mahasiswa peserta UTBK dapat mengikuti tes dua kali. Nilai tertinggi yang akan diambil.

Untuk daya tampung Unsrat, sama seperti pada perguruan tinggi negeri lainnya. SNMPTN menerima minimal 20% dari kuota setiap program studi, sementara SBMPTN minimal 40% dari kuota daya tampung, dan Jalur Mandiri (T2) maksimal 30%,” Ujar wakil rektor yang juga menjabat ketua panitia penerimaan mahasiswa baru Unsrat ini.

Unsrat sendiri, menurutnya, memiliki 11 Fakultas dengan jumlah program studi sarjana 47, dan 27 program pasca sarjana yang terdiri atas S2, S3, Profesi, dan Spesialis. Total terdapat 74 program studi. Dengan jumlah tersebut Unsrat pantas disebut perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Utara saat ini.

Di bawah naungan kepemimpinan Prof Ellen, Unsrat telah meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sejak akhir 2017 lalu. Hingga saat ini Unsrat terus melakukan pembenahan, baik di segi akademik maupun fasilitas belajar. Kami berharap fasilitas-fasilitas baru ini nantinya bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa, staf, maupun tenaga pengajar Unsrat,” tandasnya. (ilona piri)