MANADO – Perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,42 persen (yoy) pada Triwulan II 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan pertumbuhan tersebut turut didukung oleh perkembangan intermediasi perbankan yang tetap positif.

Hingga Juli 2026, kredit perbankan tumbuh 3,08 persen (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 8,08 persen (yoy).

“Disertai kualitas kredit yang terjaga pada rasio NPL 2,77 persen,” kata Joko dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sulawesi Utara dan Temu Responden 2026 di Manado, Rabu (16/9/2026).

Meski demikian, Joko menekankan perlunya penguatan sinergi antarpemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga. Hingga Agustus 2026, inflasi kumulatif Sulawesi Utara tercatat 3,68 persen (ytd).

Menurutnya, penguatan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi bagian penting untuk memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Di sisi konsumsi, aktivitas masyarakat Kota Manado masih menunjukkan kondisi yang kuat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil, sementara Indeks Ekspektasi Harga mengindikasikan optimisme harga yang terkendali hingga akhir tahun.

Sementara itu, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada Saldo Bersih Tertimbang pada Triwulan III 2026. Kondisi tersebut menjadi sinyal adanya ekspansi aktivitas usaha.

Joko mengatakan informasi yang dihimpun melalui survei responden menjadi salah satu dasar penting dalam menyusun asesmen serta rekomendasi kebijakan.

“Data yang disampaikan oleh para responden survei merupakan dasar penting dalam penyusunan asesmen dan perumusan rekomendasi kebijakan yang tepat waktu, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi daerah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum bertema “Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Usaha Sulawesi Utara”, yang menghadirkan Chief Economist BCA Group David Sumual dan pengusaha sekaligus mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai narasumber. (nando/*)